
Pemain Garuda Bandung Rionny Rahangmetan membawa bola sembari dijaga pemain Satria Muda Pertamina di babal penyisihan kompetisi pramusim IBL 2018/2019.
JawaPos.com - Pelita Jaya akan menghadapi Garuda Bandung pada laga semifinal Indonesian Basketball League (IBL) 2018/2019 pada Sabtu (20/10) besok. Garuda harus kerja keras untuk meraih kemenangan karena Pelita Jaya merupakan salah satu tim papan atas IBL dengan komposisi pemain yang lengkap.
"Secara kualitas mental pertandingan, Pelita Jaya memiliki komposisi yang sangat bagus. Mereka juga punya roster yang sangat bagus. Apalagi dengan hadirnya Andakara Prastawa," ucap pengamat basket Indonesia Eko Widodo saat dihubungi JawaPos.com, Jumat (19/10).
Eko menilai, Pelita Jaya memiliki senjata yang bervariasi dalam menghadapi Garuda Bandung. Terlebih lagi ,mereka masih dikomandoi oleh target man gaek Xaverius Prawiro.
Memang pada IBL musim kemarin Pelita Jaya sempat mengalami masalah dalam pola permainannya. Ketika itu, Iyus, sapaan akrab Xaverius, beberapa kali kehilangan fokus lantaran harus mengemban tugasnya sebagai seorang point guard.
Kini, dengan bergabungnya Prastawa yang notabene merupakan seorang shooter handal dan playmaker bermutu, Eko melihat bahwa Iyus kini bisa menjalankan tugas murninya sebagai seorang shooting guard.
"Sekarang konsentrasi itu dibagi antara Iyus dengan Prastawa. Artinya Johannis (Winar, pelatih Pelita Jaya, Red) tidak perlu pusing-pusing karena keduanya dapat menjaga stabilitas permainan kapan pun dibutuhkan. Problem di posisi guard sudah selesai dengan kehadiran Prastawa," jelasnya.
Dengan demikian, Pelita Jaya tinggal memanfaatkan para pemain big man mereka. Jika para big man dan para pemain guard dapat saling bersinergi, maka bisa dipastikan Pelita Jaya akan lebih kuat musim ini.
Kendati Pelita Jaya lebih diunggulkan, bukan hal yang mustahil Garuda dapat mengalahkan Pelita Jaya. Garuda masih memiliki peluang untuk meraih keberhasiln dalam laga semifinal tersebut.
"Jika kita melihat dari para pemain Garuda, mereka semua tidaklah buruk. Mereka punya pemain muda yang cukup potensial. Mereka juga memiliki pelatih yang bagus. Jadi sebenarnya Garuda adalah tim masa depan. Dengan materi pemain yang dimiliki mereka bisa mengalahkan Pelita Jaya," ujar Eko.
Eko menambahkan, jika pelatih Garuda Andre Yuwadi dapat membekali anak asuhnya dengan strategi jitu, maka kemenangan yang dirasa mustahil bisa direalisasikan.
"Jika Garuda bisa membawa Pelita Jaya keluar dari zona nyaman mereka, maka hal itu dapat sangat berbahaya. Terlebih lagi jika Garuda dapat dengan nyaman melakukan tembakan tiga poin. Karena saya melihat persentase field goal untuk tembakan tiga poin dari Garuda sangat membaik di kompetisi ini," tutupnya.
Laga selama pramusim IBL 2018/2019
Bogor Siliwangi 52-73 Garuda Bandung
Garuda Bandung 50-73 Satria Muda
Garuda Bandung 76-65 NSH
Satya Wacana Salatiga 71-85 Garuda Bandung
Pelita Jaya

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
