
Vladimir Anisimov (kurator pameran dan seniman Rusia) memberikan penjelasan tentang karya-karya lukisan saat press tour Pameran “Necklace of Equator” di Galeri Nasional Indonesia. (Dok. GNI for Jawa Pos)
JawaPos.com-Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia genap berumur 70 tahun. Menandai hari jadi hubungan diplomatik tersebut pameran bertajuk Untaian Katulistiwa (Necklace of Equator) digelar di Galeri Nasional Indonesia. Pameran yang menggunakan semua ruang di Gedung A Galeri Nasional Indonesia ini berlangsung hungga 17 Februari mendatang.
’’Pameran ini menghadirkan karya seniman-seniman terkemuka Rusia yang tergabung dalam Bureau of Creative Expeditions,’’ kata Vladimir Nikolaevich Anisimov, pimpinanBureau of Creative Expeditions yang juga berperan sebagai kurator pameran ini. Karya-karya dalam pameran ini bertarikh 20 tahun terakhir. Ada sekitar 50 lukisan berbagai ukuran dan media yang banyak menampilkan rupa-rupa khas Indonesia dalam kacamata seniman Rusia. Dominasi pemandangan alam Indonesia dalam pameran ini memantik ingatan pada bentuk-bentuk lukisan masa Indonesia molek, Mooi Indie.
Photo
Pameran Untaian Katulistiwa berlangsung hingga 17 Februari 2020 di Galeri Nasional Indonesia. (Arya Darmaja for Jawa Pos)
Selain karya seni, pameran ini juga menghadirkan arsip-arsip terkait hubungan diplomatik Indonesia-Rusia koleksi Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Koleksi berupa surat, dokumen, hingga foto-foto tersebut menunjukkan hubungan antara Jakarta-Moskow sebetulnya telah terjalin sejak 1891. Di masa Hindia Belanda itu Pangeran Nikolay Alexandrovich pernah mengunjungi Jakarta dalam rangka perjalanannya ke beberapa negara di Asia Tenggara.
Bagian dokumen dan arsip juga menunjukkan memamerkan arsip korespondensi Kementerian Luar Negeri Uni Soviet dengan Kementerian Luar Negeri RI tentang pengakuan Uni Soviet terhadap kedaulatan Republik Indonesia tanggal 3 Februari 1950. Ada pula dokumen kerjasama pembangunan Indonesia-Uni Soviet seperti Stadion Gelora Bung Karno, patung Tugu Tani, dan Rumah Sakit Persahabatandi sekitar hangatnya Poros Jakarta-Moskow saat Orde Lama berkuasa.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
