
Deretan becak di kota Nara yang merupakan karya Jun Kitazawa berjudul Lost Terminal dalam You are Me. (Jun Kitazawa for Jawa Pos)
JawaPos.com – Ada yang berbeda di sejumlah sudut kota Nara di Jepang sejak 10 Januari hingga 2 Februari 2020 mendatang. Ada secuil pemandangan sehari-hari khas Indonesia di salah satu kota tujuan tamasya di Jepang tersebut. Seniman asal Jepang yang banyak bermukim di Indonesia, Jun Kitazawa, membawa cuilan-cuilan kehidupan sehari-hari khas Indonesia di sana lewat karya seni. Karya Jun antara lain ditampilkan di Naramachi Center, Kasuga Taisha Oshukusyo, Mochiidono Shopping Street, dan Heijo Palace Site Suzaku Gate Square.
’’You are Me adalah judul pameran ini,’’ kata Jun. Pameran ini merupakan bagian dari program seni kota Nara bertajuk Kotohogu Nara 2019-2020. Tidak seperti kebanyakan pameran yang menyajikan karya-karya di dalam galeri, You are Me justru memanfaatkan area luar ruang di beberapa sudut kota Nara. Ada kesibukan pasar kaki lima berisi aneka dagangan, keasyikan menerbangkan warna-warni layang-layang khas pemandangan lapangan-lapangan di Indonesia kala musim angin, hingga gerobak angkringan dan becak nongkrong di sudut jalanan.
Bentuk karya seni Jun dalam You are Me memang tidak seturut dengan jalan seni rupa yang konvensional. Jun tidak menampilkan karya yang melulu berupa representasi dari kenyataan. Karya-karya Jun lebih mementingkan bagaimana apresiator dapat mengalami sebuah ide di belakang suatu karya. Lewat cara ini, karya-karya Jun dengan lugas memberikan kesempatan apresiatornya untuk tidak sekadar melihat namun juga merasakan secara langsung konsep karya yang disusunnya.
Photo
Para pengunjung You are Me menjajal becak dalam karya Jun Kitazawa berjudul Lost Terminal. (Jun Kitazawa for Jawa Pos)
Ada lima karya yang Jun usung dalam You are Me. Salah satunya berjudul Lost Terminal. Karya ini berupa deretan becak yang diparkir pada sudut jalan Suzaku Gate Square tak jauh dari situs istana Heijo. Becak tersebut tidak hanya parkir menjadi patung hiasan jalan. Siapa saja yang melintas dapat mencoba sensansi mengayuh becak atau sekadar duduk seolah menunggu penumpang datang minta diantar. Becak dalam You are Me menjadi representasi pemandangan jalanan sehari-hari khas Indonesia walau senyatanya semakin sedikit kota di negeri ini yang masih memiliki ruang lega bagi transportasi bertenaga manusia ini. Pada Lost Terminal Jun menunjukkan bagaimana kendaraan umum itu kini diam-diam terancam punah ditelan zaman.
Photo
Karya berjudul Nowhere Oasis dalam You are Me berupa angkringan beserta aneka makanan siap saji karya Jun Kitazawa. (Jun Kitazawa for Jawa Pos)
Tampaknya pengalaman tinggal lama di Yogyakarta dan keliling ke sejumlah kota di Jawa tengah seperti Semarang, Solo, dan sekitarnya membuat Jun memilih pemandangan keseharian khas di daerah-daerah tersebut dalam You are Me. Selain becak, Jun juga menghadirkan angkringan lengkap dengan menu siap santapnya. Karya ini berjudul Nowhere Oasis. Pada Nowhere Oasis Jun mengajak para apresiatornya merasakan bagaimana asyiknya nongkrong di sebuah angkringan di mana orang-orang tak saling kenal dapat setara dan bebas membincangkan apa saja tanpa peduli latar belakang masing-masing sembari bersantai.
Selain becak dan angkringan, masih ada Birdcage of the Earth berupa deretan kurungan burung berbalut gambar peta bumi yang digantung di sepanjang jalan. Jun membidik suasana khas para penggemar burung di Indonesia dengan mengasosiasikan bumi adalah kurungan bagi manusia di dalamnya. Lalu, dalam Fragment Passage Jun memindahkan keriuhan kaki lima di pasar tradisional Indonesia yang menampilkan rupa-rupa barang dagangan. Karya terakhir dalam You are Me adalah Momentary Museum. Karya ini berupa layang-layang yang digambari dengan berbagai gambar dan tulisan berisi harapan-harapan baik lalu diterbangkan oleh para apresiatornya.

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Deretan 11 Kuliner Pempek Terenak di Bandung yang Wajib Masuk Daftar Kunjungan
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Kasus Korupsi Sritex, Mantan Dirut Bank Jateng Dituntut 10 Tahun
Sisa 6 Laga Tersisa, Ini Jadwal Persib, Borneo FC, dan Persija di Super League! Siapa yang Jadi Juara
