alexametrics

Dari Kanvas ke Kaus, Penanda Zaman untuk Seni yang Tak Berjarak

6 Juni 2021, 12:12:55 WIB

Suka tak suka, pasar barang-barang seni memang berubah sesuai dengan eranya. Pelaku seni pun dituntut kreatif, inovatif, dan adaptif agar karya-karyanya panjang umur serta diingat hingga bergenerasi-generasi.

KESENIAN itu fleksibel. Bisa berada di mana pun dengan bentuk yang berbeda-beda,” kata seniman Eko Nugroho ketika ditemui di tokonya di kawasan Tegalrejo, Jogja, Rabu (2/6). Berangkat dari pemikiran seperti itu, Eko lantas mendiversifikasi karya untuk ide-ide berkeseniannya. Tidak sekadar menggambar di kanvas, tetapi juga membuat produk merchandise buat para penggemar seni.

Jika dibandingkan dengan karya di atas kanvas, produk merchandise ala Eko dengan merek Daging Tumbuh (DGTMB) lebih ramah kantong. DGTMB yang dikembangkan dan didesain Eko sejak 2008 masih bertahan dan malah semakin menuai respons bagus dari pasar.

Karya-karya Eko dalam merek DGTMB diwujudkan dalam bentuk kaus, tumbler, termos, tas, skateboard, dompet, masker, tas serut, jaket, topi, dan masih banyak lainnya. Meski begitu, produk-produk tersebut dicetak dalam jumlah terbatas. Sekitar 100–400 produk saja.

Eko juga punya alasan sendiri memvisualisasikan lukisannya ke dalam sebuah kaus. Dia ingin karyanya mudah dijangkau masyarakat luas. ”Jadi, nggak harus datang ke pameran dan bisa diadopsi dengan harga terjangkau oleh semua generasi,” ujar Eko.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : shf/c14/dra

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads