
BAHAN DISKUSI: Pameran bertajuk Daya Gaya Decenta di Galeri Salihara, Jakarta, mendapat atensi dari beragam kalangan. Pamerran ini berlangsung hingga 25 Juni mendatang.
Daya Gaya Decenta
Biro desain ini lahir pada 1973 dengan nama Decenta. Sebagai perusahaan desain yang berakar dari aneka ragam hias tradisi Nusantara, Decenta selalu memberikan sentuhan nilai keindonesiaan dalam setiap karya yang dihasilkan. Meski Decenta tidak lagi eksis, karya-karyanya, terutama dalam bentuk cetak saring, bisa dinikmati hingga kini.
ATMOSFER kebersama-an dalam bekerja begitu terasa ketika melihat sederet dokumentasi Decenta yang terpampang di Galeri Salihara, Jakarta. Apalagi ketika melihat berbagai karya cetak saring atau sablon buatan biro desain pertama di Indonesia tersebut.
Saat menciptakan karya, Decenta selalu mengedepankan suasana kerja yang menyenangkan. Hal itu diamini salah seorang pelaku seni yang pernah menjadi bagian Decenta, Diddo Kusdinar. ”Ini terjadi karena pertama, fasilitasnya (Decenta, Red) memadai. Kedua, referensinya cukup,” ujar Diddo dalam kutipan yang dipajang di Galeri Salihara.
Cetak saring adalah salah satu teknik desain grafis yang dipelopori Decenta. Awalnya, Decenta menggunakan metode cetak saring untuk kepentingan komersial. Langkah itu sejalan dengan tujuan didirikannya Decenta sebagai badan hukum yang bergerak di bidang jasa desain.
Seiring dengan berjalannya waktu, teknik cetak saring dipakai untuk mempromosikan seni grafis. Cetak saring memiliki karakteristik yang khas. Pada 1970-an hingga 1980-an, produk desain tersebut banyak diaplikasikan dalam bentuk sampul poster, kover buku, dan berbagai elemen dekorasi.
ARSIP: Sejumlah foto dan brosur publikasi Expo 70, Osaka.
Karena memberi warna dalam perjalanan sejarah seni rupa, karya-karya Decenta dipamerkan di Galeri Salihara dengan tajuk Daya Gaya Decenta. Sebagai kurator tamu, Chabib Duta Hapsoro menjelaskan, pameran itu sekaligus memperkenalkan Decenta dari banyak aspek. Mulai sejarah, kekaryaan, keanggotaan, kegiatan kolektif, hingga pengaruh artistik dalam proyek-proyek pembangunan era Orde Baru.
Chabib menyebut visi Decenta sejak awal adalah menjadi perusahaan desain yang mengambil referensi tentang keanekaragaman tradisi Indonesia. Kekayaan referensi yang kaya nilai itu sangat memengaruhi modus artistik proyek-proyek perancangan.
”Ini juga menjadi manifestasi pencarian identitas mereka (Decenta) sebagai seniman Indonesia,” kata Chabib.
Chabib mengungkapkan, dalam kerja-kerja kreatif untuk proyek dekorasi di sebuah lembaga negara, biro desain yang beranggota A.D. Pirous, G. Sidharta, Priyanto Sunarto, T. Sutanto, dan Sunaryo tersebut menerapkan elemen dekoratif yang khas dengan lembaga mitra. Itulah salah satu pembeda Decenta.
Public and Media Relations Officer Salihara Cliff Anselimus Moller menyebutkan, salah satu kerja desain Decenta adalah proyek dekorasi Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, pada 1970-an. Selain itu, Decenta melahirkan banyak karya seni berupa cetak saring dalam berbagai edisi.
MASTERPIECE: Karya yang dihasilkan Decenta (kiri ke kanan) Doa XII Penghormatan kepada Tanoh Abee, Surat Isra II Penghormatan kepada Bunda, Kelimpahan Doa (atas) Faal II (bawah), Faal I, dan Faal III.
”Dalam satu edisi itu hanya ada 40 cetakan,” ujar Cliff. Cetak saring merupakan ruang eksplorasi Decenta sebagai pelaku seni. Eksplorasi tersebut dilakukan untuk menemukan identitas Indonesia seutuhnya. ”Karena itulah, Decenta menjelajah Indonesia untuk menemukan seperti apa sejatinya Indonesia,” ungkap Cliff.
Sunaryo, salah seorang anggota Decenta, membenarkan hal tersebut. Bahkan, bagi dia, cetak saring adalah sarana untuk memahami bumi yang dipijak. ”Kenapa kita jauh-jauh melihat Paul Klee dan seniman Barat lain? Di Decenta, kami melakukan pencarian-pencarian ke Indonesia,” ujar Sunaryo.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
