Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 22.52 WIB

Pacu Jalur Menandakan Budaya Lokal Masih Punya Tempat Istimewa di Hati Masyarakat dan Dunia di Tengah Era Digital

Pacu Jalur. (Defizal/Riau Pos) - Image

Pacu Jalur. (Defizal/Riau Pos)

JawaPos.com - Pacu Jalur tengah menjadi sorotan hangat di media sosial. Tradisi lomba dayung khas Kuantan Singingi, Riau, itu sukses menarik perhatian warganet, bahkan sampai ke mancanegara. Semua itu tidak terlepas dari aksi mendayung kompak anak-anak dengan gerakan yang menyerupai tarian itu.

Fenomena itu mendapat respons dari Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon. Dia mengatakan fenomena itu sebagai peluang emas untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Menurut dia, pacu jalur merupakan salah satu kegiatan budaya yang sudah lama berlangsung dan sangat atraktif. 

"Tarian mendayung yang dilakukan anak-anak secara spontan sangat menarik perhatian publik. Ini saat yang tepat untuk mengangkat kembali tradisi-tradisi seperti ini,” kata Fadli Zon dikutip dari ANTARA, Jumat (11/7).

Menurut Fadli, viralnya tradisi Pacu Jalur menandakan bahwa budaya lokal masih punya tempat istimewa di hati masyarakat, meski dunia semakin terdigitalisasi. 

Dia menekankan bahwa tradisi seperti itu sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, mulai dari proses pembuatan perahu dari satu batang pohon hingga kekompakan saat berlomba.

“Nilai gotong royong di tradisi seperti Pacu Jalur ini luar biasa. Ini bukan sekadar lomba, tapi juga ekspresi budaya yang menyatukan masyarakat,” lanjutnya.

Pacu Jalur sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar tiap Agustus di Riau. Warga dari berbagai daerah biasanya turut meramaikan perlombaan ini, menjadikannya festival rakyat yang meriah dan penuh semangat.

Menbud Fadli juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan budaya semacam ini lewat pembinaan dan fasilitasi, agar makin dikenal luas, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di tingkat internasional.

Tak hanya soal Pacu Jalur, Fadli juga menyinggung fenomena konten-konten digital berbahasa Indonesia yang banyak ditonton anak-anak di Malaysia. Bagi Fadli, ini menunjukkan pengaruh budaya Indonesia yang makin kuat di kawasan Asia Tenggara.

“Ini momentum juga bagi kita untuk lebih aktif mengenalkan budaya nasional. Apalagi kita punya akar yang kuat bersama negara-negara jiran seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. Kolaborasi kebudayaan seperti nominasi bersama kebaya di UNESCO adalah contoh positif,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kekuatan budaya tak lepas dari peran bahasa, konten digital, hingga diaspora Indonesia di luar negeri. Pemerintah pun berencana memperkuat kerja sama budaya di lingkup ASEAN dan memperluas pengenalan warisan budaya Indonesia secara global.

"Jadi dalam soal kebudayaan ini kita perlu berkolaborasi, bekerja sama karena memang cukup baik hubungan-hubungan kita. Tentu bagi kita, kita ingin memajukan budaya nasional Indonesia," tutup Fadli.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore