
Pacu Jalur. (Defizal/Riau Pos)
JawaPos.com - Pacu Jalur tengah menjadi sorotan hangat di media sosial. Tradisi lomba dayung khas Kuantan Singingi, Riau, itu sukses menarik perhatian warganet, bahkan sampai ke mancanegara. Semua itu tidak terlepas dari aksi mendayung kompak anak-anak dengan gerakan yang menyerupai tarian itu.
Fenomena itu mendapat respons dari Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon. Dia mengatakan fenomena itu sebagai peluang emas untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke dunia. Menurut dia, pacu jalur merupakan salah satu kegiatan budaya yang sudah lama berlangsung dan sangat atraktif.
"Tarian mendayung yang dilakukan anak-anak secara spontan sangat menarik perhatian publik. Ini saat yang tepat untuk mengangkat kembali tradisi-tradisi seperti ini,” kata Fadli Zon dikutip dari ANTARA, Jumat (11/7).
Menurut Fadli, viralnya tradisi Pacu Jalur menandakan bahwa budaya lokal masih punya tempat istimewa di hati masyarakat, meski dunia semakin terdigitalisasi.
Dia menekankan bahwa tradisi seperti itu sarat dengan nilai-nilai kebersamaan, mulai dari proses pembuatan perahu dari satu batang pohon hingga kekompakan saat berlomba.
“Nilai gotong royong di tradisi seperti Pacu Jalur ini luar biasa. Ini bukan sekadar lomba, tapi juga ekspresi budaya yang menyatukan masyarakat,” lanjutnya.
Pacu Jalur sendiri merupakan agenda tahunan yang digelar tiap Agustus di Riau. Warga dari berbagai daerah biasanya turut meramaikan perlombaan ini, menjadikannya festival rakyat yang meriah dan penuh semangat.
Menbud Fadli juga menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan budaya semacam ini lewat pembinaan dan fasilitasi, agar makin dikenal luas, tidak hanya di dalam negeri tapi juga di tingkat internasional.
Tak hanya soal Pacu Jalur, Fadli juga menyinggung fenomena konten-konten digital berbahasa Indonesia yang banyak ditonton anak-anak di Malaysia. Bagi Fadli, ini menunjukkan pengaruh budaya Indonesia yang makin kuat di kawasan Asia Tenggara.
“Ini momentum juga bagi kita untuk lebih aktif mengenalkan budaya nasional. Apalagi kita punya akar yang kuat bersama negara-negara jiran seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura. Kolaborasi kebudayaan seperti nominasi bersama kebaya di UNESCO adalah contoh positif,” jelasnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa kekuatan budaya tak lepas dari peran bahasa, konten digital, hingga diaspora Indonesia di luar negeri. Pemerintah pun berencana memperkuat kerja sama budaya di lingkup ASEAN dan memperluas pengenalan warisan budaya Indonesia secara global.
"Jadi dalam soal kebudayaan ini kita perlu berkolaborasi, bekerja sama karena memang cukup baik hubungan-hubungan kita. Tentu bagi kita, kita ingin memajukan budaya nasional Indonesia," tutup Fadli.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
