Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 5 Mei 2025 | 13.42 WIB

Kedatangan ArtJog ke Surabaya Bukan untuk Menggurui

Diskusi mengenai musik dan perlawanan kemarin (3/5) menjadi salah satu aktivitas pada hari terakhir Road to ArtJog di Pasar Tunjungan lantai 3. (HADYAN NANDANA/JAWA POS) - Image

Diskusi mengenai musik dan perlawanan kemarin (3/5) menjadi salah satu aktivitas pada hari terakhir Road to ArtJog di Pasar Tunjungan lantai 3. (HADYAN NANDANA/JAWA POS)

JawaPos.com - Semarak pameran Road to ArtJog: Arak-Arak–Midnight Haze and The Drifting Flocks resmi ditutup Jumat (3/5) malam. Diskusi publik bertajuk Subterranean Thunder: Musik, Protes dan Perkembangan Kota menjadi salah satu aktivitas penutup.

Pameran Road to ArtJog di lantai 3 Pasar Tunjungan itu menghadirkan gagasan dan perbincangan hangat tentang seni rupa, musik, aktivisme, dan kehidupan urban. Publik mendapat suguhan karya-karya kontemporer Jompet Kuswidananto selama sekitar dua pekan sejak 19 April.

Founder ArtJog Heri Pemad menegaskan, gelaran di Surabaya mampu menyentuh lapisan masyarakat yang selama ini jauh dari ekosistem seni.

Lebih dari sekadar pameran, ArtJog hadir dengan membawa misi kebudayaan. Heri menyebut, kedatangan ArtJog ke Surabaya bukan untuk menggurui. Namun, mengenalkan dunia seniman yang kerap dianggap hanya milik kalangan tertentu. ”Kami hanya membawa semangat seniman yang bisa menggugah semua kalangan,” lanjutnya.

Misi tim ArtJog ”sowan” ke Surabaya tuntas. Kehadiran ArtJog tidak hanya terbatas pada perayaan estetika. Tapi, juga mampu meresonansi sirkulasi ekonomi di Surabaya, khususnya Pasar Tunjungan dan sekitarnya. Beberapa gerai bahkan memberikan promo khusus bagi pemegang tiket Road To ArtJog. Lantai 3 Pasar Tunjungan yang semula sepi pun kembali hidup.

”Ini yang membuat kami bersyukur. Pasar Tunjungan jadi ruang interaksi baru, tidak hanya bagi seni, tapi juga ekonomi. Ini bukti bahwa seni bisa hadir dan memberi manfaat dan membuka wawasan,” ungkap Heri.

Meski rampung, jejak ArtJog di Surabaya meninggalkan kesan mendalam. Karya-karya Jompet, hangatnya diskusi, dan tingginya antusias publik jadi penanda bahwa seni dapat menjangkau siapa saja. Terutama bila dihadirkan lewat kemasan dan lokasi yang pas. ”Yang kami inginkan, semua kalangan, semakin dekat semakin akrab,” ujar Heri. (had/kkn)

Road to ArtJog 19 April-3 Mei 2025

Pasar Tunjungan Lantai 3

  • Total pengunjung pameran mencapai 5000-an orang
  • Selain Surabaya, pengunjung juga datang dari Gresik, Sidoarjo, Trenggalek, Malang, Mojokerto, hingga Madura
  • Demografi usia pengunjung dari rentang 16 tahun hingga 45 Tahun
  • Latar belakang pengunjung berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, umum, dan komunitas seni
  • Pengunjung hari terakhir (3/5) mencapai 750-an. Itu menjadi rekor tertinggi selama pameran berlangsung.
Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore