
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan Dana Indonesiana atau Dana Abadi Kebudayaan berada di bawah pengelolaannya. Sebelumnya, pemanfaatan dana untuk seniman itu berada di Kemendikbudristek. Fadli mengatakan, Dana Indonesiana harus bisa diakses semua seniman di Indonesia.
Rencananya, mulai Senin (4/11) Fadli membahas urusan Dana Indonesiana dengan perwakilan seniman. Pada pertemuan pertama, seniman yang dia undang berasal dari kelompok industri perfilman. "Kita akan membuat satu event namanya informal breakfast meeting gitu ya," kata Fadli di Museum Nasional Indonesia, Jumat (1/11).
Politikus Gerindra itu mengatakan, Kementerian Kebudayaan ingin mendengar langsung dari pelaku seni-budaya tentang Dana Indonesiana. Pasalnya, secara regulasi, manfaat Dana Indonesiana dalam beberapa tahun sudah diterima pelaku seni-budaya. Baik itu seni musik, pertunjukan, film, maupun lainnya.
Fadli mengatakan, dirinya ingin tahu masalah-masalah yang dihadapi di lapangan. ’’Juga kita ingin Dana Indonesiana ini bisa diakses semua pihak (terkait). Jadi, no one left behind,’’ jelasnya. Meski demikian, penyaluran manfaat Dana Indonesiana tidak bisa asal-asalan. Harus memenuhi standar atau kriteria tertentu. Misalnya, pencapaian artistik tertentu di bidang masing-masing. Selain itu, ada kurator yang independen.
Sebagai informasi, Dana Indonesiana mencapai Rp 3 triliun pada 2022. Kemudian meningkat menjadi Rp 5 triliunan pada 2023. Pengelolaan atau investasinya dikerjakan Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP). (wan/c7/oni)

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
