Bhumi Palka. (arsigrafi.id)
MENGUSUNG konsep industrial yang berpadu harmonis dengan elemen kayu, hunian Bhumi Palka menawarkan suasana rumah yang hangat sekaligus modern. Tak hanya tampil estetik, rumah dua lantai ini juga dirancang cermat untuk menjawab tantangan keterbatasan lahan dan kebutuhan ruang yang kompleks.
Menyiasati kebutuhan ruang dalam lahan terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam merancang hunian. Hal itu pula yang dihadapi oleh arsitek Dicka Ramadhan saat mengerjakan proyek rumah tinggal Bhumi Palka di kawasan Baleendah, Bandung.
Berdiri di atas lahan seluas 195 meter persegi, bangunan dua lantai itu dirancang dengan pendekatan split level untuk menciptakan kesan lega dan dinamis. Strategi ini membuat rumah terasa memiliki empat level berbeda, memberikan pengalaman ruang yang dinamis tanpa membuat penghuni kelelahan saat berpindah lantai.
"Split level digunakan untuk menyiasati level floor to floor agar tidak terlalu tinggi, jadi feels ketika naik tangga tidak terlalu capek,” jelas arsitek Dica Selaras Dicka Ramadhan.
Zoning antar area pun disesuaikan dengan pembagian level tersebut sehingga tidak terasa monoton saat berpindah ruang. Layout ditata secara efektif dengan memperhatikan kenyamanan penghuni. Mengingat kebutuhan ruang yang cukup banyak dengan luas lahan yang terbatas.
Lantai pertama terdiri atas area living-dining-kitchen yang terhubung dalam satu kesatuan ruang terbuka. Di lantai ini juga terdapat mushalla, ruang servis, serta teras semi outdoor. Tak lupa, area carport dirancang untuk menampung dua mobil.
Sementara lantai dua menampung kamar utama, kamar anak, serta satu kamar mandi. Void di tengah rumah berperan penting sebagai penghubung visual dan sirkulasi udara antar lantai serta memberi efek lega.
"Void yang terhubung langsung dengan teras samping memungkinkan aliran udara masuk dari perforated screen, menjadikan rumah sejuk secara alami tanpa bergantung sepenuhnya pada pendingin buatan," bebernya.
Tiap ruangan diatur sedemikian rupa agar tetap mendapat cahaya alami. Skylight diterapkan di area tangga dan void, sehingga pencahayaan menjangkau bagian tengah rumah. Bukaan juga menghadap taman depan dan samping sehingga sirkulasi udara tetap terjaga.
Konsep utama rumah Bhumi Palka mengusung gaya industrial dengan penerapan material expose seperti beton, besi, dan kayu alami. Kombinasi material mentah dan hangat ini menghasilkan nuansa maskulin yang tetap terasa homy. “Kami ingin menghadirkan hunian yang terbuka, hangat, tapi tetap tegas secara visual,” jelas Dicka.
Salah satu detail arsitektural yang menarik adalah langit-langit dari concrete expose. Biasanya material ini digunakan untuk dinding atau pembatas ruang. Namun Dicka mengadaptasikannya ke ceiling untuk menekankan kesan industrial yang kuat.
“Tentu ada penyesuaian dalam segi konstruksi karena ceiling concrete expose tidak umum. Tapi justru dari sinilah karakter rumah ini muncul,” ungkapnya.
Secara visual, fasad rumah tampil minimalis dengan bentuk geometris tegas. Meski bergaya kotak, desainnya tetap adaptif terhadap iklim tropis.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
