Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 April 2025 | 15.33 WIB

Tips Merancang Inner Courtyard Terbuka agar Estetik dan Bebas Genangan

Inner Courtyard. (Istimewa) - Image

Inner Courtyard. (Istimewa)

Inner courtyard atau taman terbuka di tengah rumah menjadi solusi menghadirkan pencahayaan alami, sirkulasi udara yang baik, dan suasana yang menenangkan. Namun agar tetap nyaman, ada beberapa hal teknis yang harus diperhatikan.

Berikut poin-poin penting dari arsitek Vincentia Lionny Herline Sutanto (Solid Liquid Studio) dan Georgius Herputra (Legnopietra Architects).  

1. Utamakan Sistem Resapan dan Saluran Air 

Inner courtyard umumnya tidak beratap sehingga penting untuk memastikan air hujan dapat mengalir dan terserap dengan baik. "Jadi penting untuk menyediakan saluran pembuangan air hujan dan bak kontrol di area taman agar air hujan tidak tergenang," ujar Vivi, sapaan akrabnya. 

Senada dengan Vivi, Georgius Herputra menggarisbawahi pentingnya struktur tanah. Menurutnya, penggunaan material seperti ijuk dan pasir di bawah lapisan batu sangat membantu menyerap air hujan.  

2. Gunakan Permukaan Taman yang Low Maintenance

Untuk pemilik rumah yang tidak ingin repot merawat tanaman, taman bisa dibuat sebagai dry garden. Area tengah taman juga bisa dibeton dan dilapisi dengan granit bakar, lalu menambahkan batu kerikil di sekelilingnya. "Selain memudahkan perawatan, kerikil juga mengurangi cipratan air hujan ke area lain," katanya.

Namun, jika permukaan taman dibeton, perlu ada kemiringan lantai yang cukup agar air bisa mengalir menuju drainase. Semakin luas taman, makin banyak titik pembuangan air yang diperlukan.  

“Kalau luas taman cuma 1x1 meter, satu drainase cukup. Tapi kalau lebih dari itu, jumlah drain-nya perlu ditambah,” imbuh Georgius Herputra.  

Sesuaikan titik drainase dengan luas taman agar distribusi air merata dan tidak menumpuk di satu sisi. 

4. Gunakan Lapisan Alamiah untuk Menjaga Estetika dan Fungsi

Georgius menyarankan pelapisan menggunakan batu koral untuk menjaga kesan alami dan tetap nyaman diinjak. Kombinasi batu, pasir, dan ijuk membantu air menyerap tanpa membuat taman jadi becek atau licin. 

5. Pilih Tumbuhan Sesuai Selera, Tapi Perhatikan Kebutuhan Cahaya dan Perawatan 

Meskipun pemilihan tanaman bergantung pada selera pemilik rumah, ada baiknya mempertimbangkan faktor pencahayaan, kelembapan, serta kemudahan perawatannya. Untuk area yang cukup mendapat cahaya, tanaman tropis seperti palem-paleman, pandan bali, atau monstera bisa jadi pilihan menarik karena tampilannya yang estetis dan tidak memerlukan banyak perawatan.

Jika area cenderung teduh, bisa dipilih tanaman seperti pakis, calathea, atau jenis tanaman daun yang tahan lembap. Untuk elemen taman kering seperti sukulen, kaktus mini, atau tanaman hias dalam pot dapat memperkaya tekstur dan warna, terutama jika memilih dry garden beralas kerikil atau batu.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore