Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Februari 2024 | 01.20 WIB

Permainan Blok Massa Bangunan Hasilkan Shading Pencahayaan di C House

BERI PRIVASI: Fasad C House cenderung masif, tapi pada sisi dalam memberikan pengalaman sekuens ruang yang berangsur lebih terbuka dan lega. - Image

BERI PRIVASI: Fasad C House cenderung masif, tapi pada sisi dalam memberikan pengalaman sekuens ruang yang berangsur lebih terbuka dan lega.

Konektivitas massa bangunan menjadi salah satu highlight C House rancangan Kurniawan Arif Architect ini. Selain itu, material finishing menyatukan ruangan dalam dan luar.

FASADNYA terkesan tertutup dari luar. Faktor keamanan dan privasi penghuni menjadi pertimbangan. Sebab, posisi rumah langsung berhadapan dengan jalan raya. Namun, di dalamnya, C House terasa spacious dan lega.

Kanopi teras dan dinding material kayu dibuat menerus sampai ke area foyer. ”Sehingga tercipta aksentuasi ’penggiringan’ masuk ke dalam sekaligus menghubungkan ruang luar dan dalam,” ujar arsitek Arif Kurniawan.

Sepanjang itu pula, penghuni akan mendapatkan pengalaman-pengalaman sekuens ketika memasuki rumah. Salah satunya lewat suguhan vertical garden dan suara gemercik air dari reflecting pond. Keduanya berada di sisi kiri dan kanan mengapit living room. Penggunaan kaca sebagai penyekat menipiskan batas ruang luar dan dalam.

VIBE TROPIS: Interior dengan ton warna cokelat dan banyak sentuhan kayu memperkuat vibe tropis nan segar dan elegan.

Fish pond dan deck kayu juga dapat dinikmati dari area dining room. Bagian atasnya ada void terbuka sehingga cahaya dan sirkulasi alami dapat masuk. Begitu pun pada void vertical garden. ”Permainan blok massa menunjang terciptanya bukaan-bukaan untuk sirkulasi udara yang baik,” lanjutnya.

Penempatan pembagian massa-massa bangunan secara tidak langsung akan menciptakan shading atau blocking. Dengan begitu, hunian jadi lebih teduh. ”Penggunaan atap overstek dan massa bangunan yang lebih maju terhadap posisi bukaan jendela pada rumah juga membantu menciptakan shading,” imbuh Arif.

Permainan blok bangunan juga berguna untuk memaksimalkan kebutuhan ruang. Salah satunya, mengakomodasi permintaan penghuni yang menginginkan tiga mobil dapat masuk garasi secara berjajar.

Dengan demikian, bangunan di lantai 1 didominasi pintu garasi selebar 9 meter. ”Akhirnya kami buat pintu garasinya dengan konsep hidden door dari material kayu sehingga menyatu dengan dinding,” ucap Arif.

OPEN-PLAN: Dining room, pantry, dan living room mendapatkan view hijau dari inner court dan vertical garden.

Dominasi material kayu memberikan kesan tropis yang kental pada rumah dua lantai itu. Baik pada interior maupun eksteriornya. Dinding kayu pada ruang kerja berlanjut hingga eksterior fasad dengan hanya disekat kaca.

Ruang utamanya dibuat open-plan. Tidak di satu ruang yang sama, tetapi saling terhubung. Terdapat lift untuk menuju lantai atas dan lorong yang menghubungkan massa bangunan satu dan lainnya. Lantai 2 difungsikan sebagai master bedroom dan dua kamar lain lengkap dengan masing-masing wardrobe dan bathroom. Terdapat pula ruang multifungsi, fitness room, dan entertainment room. (lai/c12/nor)

---

HIGHLIGHT

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore