Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 15 Januari 2024 | 15.00 WIB

Gaya Modern Tropis Rumah Denny Caknan, Sentuhan Kayu dan Hutan Mini untuk Gali Inspirasi

VIEW ALAMI: Hutan tropis mini yang terlihat dari ruang makan sekaligus ruang tamu menghadirkan suasana segar ke dalam rumah. - Image

VIEW ALAMI: Hutan tropis mini yang terlihat dari ruang makan sekaligus ruang tamu menghadirkan suasana segar ke dalam rumah.

Hunian sering kali merefleksikan karakter pemiliknya atau mengandung filosofi tertentu. Penyanyi Denny Caknan mengungkapkan filosofi di balik desain rumahnya yang asri dan kental elemen kayu.

KESAN megah dan modern tampak menonjol dari bangunan yang terletak di pinggir Jalan Raya Ngawi–Caruban itu. Bentuknya kubus, berbeda dengan tampilan bangunan di sekitarnya. Namun, begitu masuk ke dalam, nuansa natural terasa. Elemen kayu dan ”hutan” yang terletak di lantai bawah akan menyambut siapa pun saat memasuki rumah pelantun lagu Wirang itu.

Hutan mini itulah yang membuat elemen natural tropis terasa kental di rumah tersebut. Ditambah deretan meja dan kursi kayu yang berada di tengah-tengahnya. Di tempat itu terlahir karya-karya musik penyanyi bernama asli Deni Setiawan tersebut.

Taman ala hutan tropis tersebut didesain oleh seniman aquascape kenamaan asal Malang, Herry Rasio. ”Hutan dengan suara kicau burung. Tempat paling pas untuk mencari inspirasi,” kata Denny saat ditemui Desember lalu di rumahnya. Suasana sejuk diiringi gemericik suara air dari kolam ikan dan kicauan burung serta hijaunya pemandangan membuat pikiran jadi fresh.

LANSKAP: Denny menggaet seniman Herry Rasio untuk mendesain hutan mini di rumahnya. Musala terdapat di samping taman rindang tersebut.

Tak hanya hutan mini, bagian dalam rumah juga dikonsep modern tropis. Banyak bukaan besar yang mengarah ke taman tersebut. Pada beberapa titik terdapat sentuhan kayu. Mulai pintu hingga dindingnya. Termasuk pintu kayu besar di ruang tamu.

Lemari berbahan kayu menyambut ketika naik tangga dari ruang makan ke ruang tamu. Lemari tersebut memajang benda memorial dalam karier Denny. Ada sederet piala penghargaan dan plakat YouTube.

Soal material kayu itu, Denny punya cerita unik. Dia mengungkapkan sebenarnya memiliki fobia dengan kayu yang masih dirasakan sampai sekarang. Menurut Denny, kayu itu identik dengan gamelan. ”Saat samar-samar mendengar suara (gamelan) wayang pada malam hari, perasaanku mak sliwer wedi (takut),” ungkap penyanyi 30 tahun itu.

Namun, petuah dari mentornya –Soimah Pancawati dan pelawak Kirun–mendorongnya untuk melawan fobia kayu itu. Rumah Mak’E, sapaan karib Soimah, di Pendopo Tulungo, Bantul, kental dengan nuansa kayu.

Demikian pula rumah Abah Kirun yang terletak di Madiun didominasi kayu jati. Dalam filosofi Jawa, kayu terutama kayu jati menandakan kedewasaan dari sang pemilik rumah. Cocok seperti Denny saat ini yang memasuki fase pendewasaan, akan menjadi ayah.

Terdapat dua pendopo yang menghadirkan unsur kayu makin kental di rumah Denny. Satu di sisi belakang rumah, satu lagi di lantai atas. ”Pendopo hadiah dari Abah Kirun,’’ ucap suami Bella Bonita itu. Saat ini Denny juga sedang membangun ”rumah kayu” di belakang rumahnya untuk menambah spot ngumpul santai di rumah yang asri itu. (ren/c6/nor)

---

HIGHLIGHT

KUBUS: Fasad megah berbentuk kubus dengan second skin alumunium panel. Material yang sama digunakan untuk pagar.

  • Taman Hutan Tropis

Terdapat pepohonan rindang dan beberapa sangkar burung. Dilengkapi meja dan kursi dari bongkahan kayu jati yang menjadi focal point. Denny kerap menjadikannya untuk mencari inspirasi lagu-lagu karyanya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore