
FAKTOR FENGSUI: Arah hadap pintu utama yang miring mengikuti fengsui bangunan memenuhi fungsi sekaligus estetika desain.
Elemen desain kontemporer menghadirkan napas baru pada bangunan existing proyek renovasi parsial FJ House oleh TEMAarchitects. Sekaligus menjawab kebutuhan fengsui owner tanpa membuat bangunan terasa ”kaku”.
STRUKTUR bangunan lama masih dipertahankan. Namun, beberapa bagian ditata ulang agar lebih nyaman. Kehadiran faktor fengsui sebagaimana permintaan owner justru menghasilkan desain yang unik. Arah hadap pintu utama yang miring dan peletakan ruangan serta elemen utama ditentukan secara spesifik selama proses perancangan.
Keberadaan bidang-bidang miring yang membentang panjang menjadi poin utama dari keseluruhan fasad. Secara struktural, bidang yang miring itu berguna untuk menopang elemen fasad di bagian atas rumah. Permainan garis miring juga memberikan efek tiga dimensi dari sisi lainnya sehingga rumah berkesan lega. ”Bidang miring itu kami hadirkan sebagai elemen interaksi antara struktur yang lama dan yang baru,” tutur arsitek Edward Limantoro.
Salah satu area baru yang cukup menarik adalah area dek pada taman depan. Pohon tabebuya menjadi lanskap utama yang mengintip di balik kisi-kisi aluminium berwarna kayu gelap. Memberikan rasa penasaran bagi yang lewat di depan rumah. ”Pemandangan ini juga bisa dinikmati dari area kamar anak. Adanya bukaan ke arah pohon memberikan view tambahan,” lanjutnya.
FAKTOR FENGSUI: Arah hadap pintu utama yang miring mengikuti fengsui bangunan memenuhi fungsi sekaligus estetika desain.
Kesan teduh juga tecermin lewat warna dan material alam yang digunakan. Dinding luar bertekstur kamprot menyerupai batu dan beton ekspos dengan ceiling kayu. Sementara dinding area terasnya dibalut batu andesit bakar dari Bali. ”Permainan material ini jamak ditemukan di vila dan resor sehingga kami berharap dapat memberikan perasaan nyaman bagi pemilik untuk pulang dan beristirahat,” imbuh arsitek TEMAarchitects tersebut.
Sebelum memasuki area entrance, akan lebih dulu melewati foyer dengan skylight dan para-para kayu di bawahnya. Ketika siang, bagian itu akan dipenuhi permainan bayangan. Memasuki pintu utama, langsung dihadapkan area living room yang dibuat open plan. Seluruh ruang utama ditempatkan di lantai 1.
”Lantai 2 kami extend bangunan existing untuk mewadahi kebutuhan area servis yang cukup banyak. Bagian luar lantai 2 juga dilapisi kisi-kisi aluminium untuk menutupi area servis, tapi udara masih bisa mengalir,” jelasnya.
Di belakang rumah, terdapat inner courtyard yang berbatasan langsung dengan living room dan master bedroom. Bagian atasnya dibiarkan terbuka agar udara dan cahaya bisa leluasa masuk. (lai/c6/nor)
FAKTOR FENGSUI: Arah hadap pintu utama yang miring mengikuti fengsui bangunan memenuhi fungsi sekaligus estetika desain.
---
HIGHLIGHT
Bidang Besar
Bidang besar berwarna abu di bagian atas fasad menghadirkan gubahan bentuk yang baru tanpa harus merenovasi atap. Sekaligus berfungsi menutupi atap dan kebutuhan seperti tandon dan outdoor AC.
Inner Courtyard

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
