
FOCAL POINT: Area dining room menjadi satu dengan dapur, berdekatan dengan ruang keluarga dan bisa dijangkau dari view ruang kerja di atasnya.
Rumah ini terletak di atas tanah berkontur dan memiliki bangunan existing yang cukup besar. Hal itu menjadi tantangan bagi arsitek Dimaz Aditio dari ARCHID Design & Build ketika merenovasi hunian yang terletak di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, ini.
DIMAZ berupaya mempertahankan struktur bangunan aslinya seoptimal mungkin. Sebab, bangunan aslinya sudah cukup merespons tantangan lahan berkontur itu. Yakni, dengan adanya split-level. Begitu membuka pintu masuk utama, terdapat ruang tamu yang menyambut.
Lalu, ada tangga kecil menuju ruang makan yang menjadi area pusat rumah tersebut. "Kontur tanahnya semakin ke belakang, semakin tinggi. Makanya, konsep split-level dipertahankan supaya tidak perlu gali dan uruk lagi," kata Dimaz kepada Jawa Pos.
Split-level itu juga efektif untuk mempertegas zonasi ruang tanpa perlu sekat. Dengan begitu, ruangan terasa jauh lebih lega. "Sering kali orang mengira rumah ini memiliki luas tanah 400-an meter persegi, padahal hanya 250 meter persegi," imbuhnya.
SPLIT LEVEL: Ruang tamu dengan dinding dihiasi foto-foto ruang pemilik rumah yang menyambut dari pintu utama. Tampka beberapa anak tangga menuju ruang makan.
Beberapa elemen rumah itu juga merupakan hasil pertimbangan dengan prinsip fengsui. Misalnya, tangga penghubung split-level yang dibuat enam langkah. "Enam kalau dibagi lima sisa satu, sesuai dengan hasil perhitungan fengsui," terang Dimaz.
Dia mengatakan, zona rumah itu pada dasarnya dibagi menjadi sembilan. Lalu, ditelisik mana area yang paling bagus dan kurang menguntungkan. Zona yang kurang menguntungkan dijadikan area servis.
Sementara itu, zona paling bagus dijadikan ruangan yang paling banyak terjadi aktivitas pemilik rumah. Yakni, ruang makan. "Pemilik merupakan tipe keluarga yang lebih suka berkumpul di meja makan, bukan di ruang keluarga. Bahkan, TV di sana hampir tidak pernah dinyalakan," ungkapnya.
Ruang makan pun akhirnya dikelilingi ruangan-ruangan lain. Di antaranya, kamar dan ruang keluarga. Area dining room juga menjadi yang paling menonjol karena memiliki langit-langit double volume setinggi lebih dari 2 meter. Ruang makan juga sekaligus area yang menghubungkan ruangan lain di rumah itu. Jika dilihat dari atas, bagian depan rumah memiliki dua lantai, lalu bagian tengah satu lantai, dan belakang dua lantai.
SPLIT LEVEL: Ruang tamu dengan dinding dihiasi foto-foto ruang pemilik rumah yang menyambut dari pintu utama. Tampka beberapa anak tangga menuju ruang makan.
Perubahan signifikan terlihat dari segi eksterior. Fasadnya dirombak total dari yang awalnya sangat masif menjadi lebih "ramah". Tampak depan rumah itu memang masih cenderung tertutup. Namun, Dimaz memilih material yang lebih membumi seperti kisi-kisi kayu dan bata roster.
Ada juga material kaca sebagai "jalan masuk" sinar matahari. Kaca itu tidak menembus ke bagian dalam lantaran dilapisi sandblast. "Memang perlu cahayanya saja, tapi tidak ingin ada view ke luar," ujar Dimaz.
Selain fasad, interior juga banyak berubah. Seimbang dengan eksterior, material kayu banyak digunakan pada interior. Baik kayu asli maupun artifisial. Misalnya, partisi dinding, kabinet, dan pintu. Sementara itu, meja di ruang makan dan ruang keluarga menggunakan kayu solid sonokeling. (adn/c18/nor)
---
HIGHLIGHTS

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
