
PLAYFUL: Kamar anak dilengkapi dengan area bermain dan sudut belajar. Dua bed di sisi kiri dan satunya di sisi kanan.
Dengan luas lahan 200 meter persegi, rumah di kawasan Bogor ini mengakomodasi kebutuhan banyak ruang pemiliknya, pasangan suami istri dengan tiga anak. Arsitek Danniel Stevanus menerapkan split-level sehingga setiap ruangan tetap terasa lega.
UNTUK mengaplikasikan solusi berupa split-level tersebut, rumah itu dibagi menjadi dua secara horizontal. Area depan terdiri atas dua lantai. Kemudian, di bagian belakang, elevasi diturunkan dan dibuat tiga lantai.
Bagian depan merupakan area ruang tamu dan kamar anak. Kamar anak sengaja ditempatkan di depan demi mendapatkan keuntungan high ceiling karena area depan hanya terdiri atas dua lantai. Kamar anak dijadikan satu untuk mengakomodasi kebutuhan tidur dan bermain tiga anak kecil.
Karena memiliki high ceiling, kamar itu bisa dilengkapi dengan mini indoor outbound yang menyenangkan. Kamar anak juga mendapat benefit dari dinding roster pada fasad.
"Kesan playful-nya lebih dapet. Di belakang roster, ada jendela sliding dan di antaranya ada semacam planter box untuk anak-anak belajar menanam," terang Danniel.
Area belakang terdiri atas kamar utama, ruang makan, dapur, hingga area servis. Area servis disembunyikan di bagian bawah dan memiliki akses tersendiri yang tidak mengganggu aktivitas rumah utama. Cara itu juga membuat lebar rumah 10 meter tidak terpangkas. "Sehingga kami bisa manfaatkan full 10 meter itu menjadi lebih leluasa tanpa terpotong area servis," terangnya.
RUANG KELUARGA
Menariknya, pemilik bisa melihat ruangan lainnya dari area mana pun. Sebab, ada area komunal yang menjadi penghubung area depan dengan belakang. Area komunal itu berupa inner courtyard yang dilengkapi dengan tangga sebagai focal point rumah tersebut.
Danniel menerangkan, inner courtyard merupakan bentuk pengganti dari taman belakang. Area itu dibuat high ceiling dengan bagian atap berupa kaca yang memungkinkan sinar matahari menembus ke dalamnya. Di antara atap kaca tersebut, terdapat celah sekitar 40 sentimeter sebagai tempat masuknya udara. Alhasil, ruangan terasa lebih sejuk meski sinar matahari bisa masuk ke dalamnya.
Air hujan tidak bisa masuk karena overlap kacanya cukup jauh. "Atap itu memberikan sumber cahaya alami utama dan sirkulasi udara untuk seluruh rumah. Itu juga memberikan efek bayangan yang menghibur setiap hari," kata Danniel.
Inner courtyard itu dibuat low-maintenance dengan membuatnya menjadi taman kering. Tidak ada rerumputan. Hanya ada beberapa tanaman yang mudah dirawat dan vertical garden dengan sistem pengairan otomatis. (adn/c14/nor)
---
VISUAL DAN FUNGSI: Selain menghasilkan estetis, desain tangga dengan railing kaca pada inner courtyard juga berfungsi sebagai akses pencahayaan.
HIGHLIGHTS
DOMINASI WARNA NATURAL

Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Rekor Pertemuan Lengkap Argentina vs Spanyol, Mencari Juara Sejati di Final Piala Dunia 2026
Alasan Mengapa Jude Bellingham Menampar Pemain Argentina Setelah Inggris Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Analisis Prediksi Bursa Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Les Bleus Lebih Dijagokan Rebut Posisi Ketiga
Analisis Prediksi Bursa Spanyol vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Roja Lebih Dijagokan Juara Piala Dunia 2026
Usai Timnas Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Gary Neville dan Roy Keane Saling Adu Pendapat
Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya TNI: Hari Ini Saya Bahagia
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
