Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Februari 2022 | 01.32 WIB

Rumah Gaya Mediterania untuk Iklim Tropis

ARCH SHAPE: Lengkungan pada pintu dan jendela menonjolkan elemen arsitektur Mediterania. Dinding oranye pada ruang keluarga menjadi focal point di tengah warna dominan putih. (KIAT Architects) - Image

ARCH SHAPE: Lengkungan pada pintu dan jendela menonjolkan elemen arsitektur Mediterania. Dinding oranye pada ruang keluarga menjadi focal point di tengah warna dominan putih. (KIAT Architects)

Bukaan Lebar dengan Desain Lengkung nan Elegan


Keindahan desain vila-vila di kawasan Mediterania era 1920-an begitu melekat. Perpaduan arsitektur Spanyol dan Italia. Gaya Mediterania banyak diterapkan di rumah-rumah masa kini, dengan sentuhan modern yang membuatnya timeless dan elegan.

---

JASIN Tedjasukmana, founder dan principal KIAT Architects, menuturkan, rumah bergaya Mediterania umumnya banyak dijumpai di wilayah subtropis. Misalnya, Florida dan sebagian besar California, AS. Namun, elemen-elemen yang ada pada gaya Mediterania dinilainya masih sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Karena itulah, dia tidak ragu menerapkannya untuk sebuah hunian di Jakarta.

Salah satu ciri khas rumah bergaya Mediterania adalah penerangan alami dan sirkulasi udara yang cukup. Dengan begitu, dibuatlah banyak bukaan lebar yang mengarah langsung ke area luar. ’’Selain itu, (rumah gaya Mediterania, Red) juga mempunyai teras di beberapa tempat sehingga antara indoor dan outdoor terasa menyatu,’’ kata Jasin kepada Jawa Pos pada Jumat (4/2).

Rumah tersebut memiliki halaman cukup luas. Bangunan rumah berbentuk L dengan halaman berada di sudut belakang. Menurut Jasin, gaya Mediterania biasanya memiliki innercourt yang berada di tengah sehingga dikelilingi oleh bangunan. Namun, dia tidak menerapkan hal itu di rumah tersebut dengan pertimbangan space.

’’Kalau kita bikin U atau innercourt di tengah, bangunan jadi sempit. Jadi, saya ambil spirit-nya saja seakan-akan taman di belakang jadi innercourt-nya,’’ terang arsitek yang mendesain hotel The Dharmawangsa Jakarta tersebut.

Konsep Mediterania juga terasa kental lewat lengkungan-lengkungan pada pintu dan jendela. Di sisi lain, Jasin memodifikasi beberapa elemen agar sesuai dengan pemilik rumah yang masih muda.

Misalnya, pintu dan jendela yang tidak memiliki profil terlalu kuat. ’’Serta tidak ada tiang-tiang khas Mediterania sehingga terkesan lebih ringan,’’ katanya. Kendati demikian, Jasin masih menjunjung tinggi konsep timeless pada rumah tersebut. Menurut dia, rumah tersebut tidak akan ketinggalan zaman setidaknya untuk tiga puluh tahun ke depan.

Salah satu caranya adalah menerapkan dominasi warna putih pada bangunan. Warna netral tersebut bisa dipadupadankan dengan warna-warna lain pada elemen minor. Antara lain, dinding oranye pada ruang keluarga dan kursi biru yang cukup menyolok.

’’Misal, nantinya ada beberapa yang perlu diubah dari rumah itu, hanya perubahan kecil di interior. Contohnya, warna atau loose furniture atau perbaikan plafon,’’ kata Jasin.

Photo

ARCH SHAPE: Lengkungan pada pintu dan jendela menonjolkan elemen arsitektur Mediterania. Dinding oranye pada ruang keluarga menjadi focal point di tengah warna dominan putih. (KIAT Architects)




HIGHLIGHTS

ATAP

  • Atap tidak dibuat tajam seperti bangunan di Eropa Barat. Melainkan lebih landai dengan pemilihan warna homogen. Sehingga, tampak atas atap berwarna terakota dengan berbagai shades.


OPEN PLAN

Photo

ARCH SHAPE: Lengkungan pada pintu dan jendela menonjolkan elemen arsitektur Mediterania. Dinding oranye pada ruang keluarga menjadi focal point di tengah warna dominan putih. (KIAT Architects)


  • Rumah ini memiliki beberapa area komunal. Jasin mendesainnya open plan atau tanpa sekat. Sehingga membentuk sequence yang ”mengalir”.


TANAMAN

Photo

ARCH SHAPE: Lengkungan pada pintu dan jendela menonjolkan elemen arsitektur Mediterania. Dinding oranye pada ruang keluarga menjadi focal point di tengah warna dominan putih. (KIAT Architects)


  • Hunian bergaya Mediterania dipercantik dengan beberapa jenis tanaman yang cocok di iklim subtropis maupun tropis. Antara lain, cemara dan palem.







  • Arsitek: Jasin Tedjasukmana (@kiatarchitects)

  • Luas tanah: 900 meter persegi

  • Luas bangunan: 800 meter persegi

  • Lama pengerjaan: 2 tahun

  • Lokasi: Jakarta


Photo

ARCH SHAPE: Lengkungan pada pintu dan jendela menonjolkan elemen arsitektur Mediterania. Dinding oranye pada ruang keluarga menjadi focal point di tengah warna dominan putih. (KIAT Architects)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore