
(SEFVAL MOGALANA FOR JAWA POS)
Dinamakan Rumah Sela karena memiliki ruang antara yang fleksibel. Memberikan pengalaman transisi gelap dan terang serta proporsi tinggi dan rendah yang mengalir dengan seimbang.
---
KESEIMBANGAN itu sudah terlihat pada fasad. Massa yang ditumpuk sederhana, permainan solid dan void, serta elemen semen ekspos dan screen batu bata yang menjadikan tampak rumah amat menarik mata.
Project karya ArMS itu mendapatkan awards Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta 2020 dalam kategori rumah sedang. ArMS merupakan singkatan dari Arsitek Muhammad Sagitha. Kesederhanaan bentuk, pemilihan material yang kukuh, dan ketelitian dalam pengerjaan menjadi kunci. Untuk mendapatkan bentuk simpel, diperlukan effort yang lebih dalam perhitungan struktur dan menjaga dimensinya sesuai dengan desain yang diharapkan.
Sagitha menjelaskan, material screen batu bata memiliki fungsi dalam penetrasi angin menuju ruang-ruang di baliknya. ’’Pengaturan ruang solid dan void memungkinkan sirkulasi angin dapat melewati seluruh ruangan dengan baik,’’ paparnya. Perpaduan elemen industrial, minimalis, dan tropis tercakup dalam desain rumah tersebut.
Sebagai gambaran, ketika memasuki Rumah Sela, tamu akan disambut koridor dengan plafon setinggi dua lantai. Lalu, menuju area foyer dengan ceiling yang lebih rendah. Berlanjut ke ruang keluarga yang luas dengan void tinggi.
Beranjak ke ruang antara yang menghubungkan ruang keluarga dengan dapur bersih. Ruangan itu bisa diperluas sesuai kebutuhan penghuni. Saat menggelar acara, tinggal buka partisi, dikumpulkan pada satu sisi. Lapang, lega, dan optimal penggunaannya. Ruangan bisa digabung atau dibiarkan tersekat ketika digunakan untuk occasion yang berbeda.
Photo
(SEFVAL MOGALANA FOR JAWA POS)
Kesederhanaan juga tampak pada sisi interior. Selaras dengan konsep arsitektur yang polos nan simpel. Beberapa hal yang tampak, antara lain, dinding semen ekspos dipadukan dengan lantai berwarna terang. Penggunaan material kayu jati solid menghasilkan tekstur dan warna yang mempertahankan simplicity tersebut.
Beberapa furnitur build-in juga tampak menyatu dengan arsitektur rumah. Misalnya, railing jati yang sekaligus berfungsi sebagai rak buku. ’’Tekstur kayu jati menghasilkan warna dan aksen yang khas, juga memberikan pengalaman proporsi gelap dan terang dalam ruangan,’’ tutur Sagitha.
---
HIGHLIGHT
Photo
(SEFVAL MOGALANA FOR JAWA POS)
Photo
(SEFVAL MOGALANA FOR JAWA POS)

7 Kebiasaan Malam Orang yang Tidak akan Pernah Berhasil dalam Hidup Menurut Psikologi
8 Rekomendasi Kuliner Bebek Terenak di Jogja: Sambal Menyala, Porsi Melimpah dan Rasa Istimewa
9 Rekomendasi Gudeg Koyor Paling Nendang di Semarang, Kuliner Tradisional dengan Rasa Sultan
7 Rekomendasi Brongkos Paling Ngangenin di Jogja, Kuliner Khas dengan Rasa Manis Gurih Pedas
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditangkap Kejagung Terkait Perkara Tambang
13 Rekomendasi Mie Ayam Enak di Jogja, Kuliner Kaki Lima yang Rasanya Bak Resto Bintang Lima
15 Tempat Kuliner di Jogja untuk Sarapan Pagi Paling Murah Meriah tapi Rasa Tetap Istimewa
Rekomendasi Kuliner Sate Kambing Terenak di Jogja: Daging Empuk di Lidah, Bumbu Meresap Sempurna
Prediksi Susunan Pemain Persebaya Surabaya vs Madura United di Derbi Suramadu! Misi Bangkit di Hadapan Bonek
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Madura United! Momentum Bernardo Tavares Buktikan Magisnya di GBT
