
FOCAL POINT: Wainscoting backdrop dengan tone hijau sage yang merupakan lemari built in. Sisi dinding lainya dilapisi walpaper. (Rumah Louie Project for Jawa Pos)
Desain kamar anak umumnya menonjolkan kesan playful, warna cerah, atau ornamen yang catchy. Namun, daya pakai juga perlu menjadi pertimbangan.
---
WALAU saat ini usia anak masih balita, konsep desain kamar anak idealnya bisa long-term using atau penggunaan jangka panjang. Bukan hanya memenuhi kebutuhan anak pada usianya kini. ”Unsur playful tetap ada, tapi dibarengi dengan fungsi. Storage-nya disahakan tetap luas supaya bisa dipakai sampai anak besar,” terang Mira Octaviary, founder Rumah Louie Project.
Hal itu terlihat pada salah satu project renovasi kamar anak perempuan berusia 5 tahunan. Kamar berukuran 3,5 x 4 meter tersebut didesain classy modern. Tempat tidur menggunakan model house bed. Yang menjadi focal point adalah wall panel backdrop pada sisi dinding belakang tempat tidur. Mengaplikasikan permainan wainscoting dengan warna hijau sage yang sedang tren tahun ini.
Elemen tersebut merupakan lemari built-in yang tingginya full sampai ke ceiling. Seamless dengan desain ala city view yang menguatkan kesan classy modern. ”Catchy untuk usia anak saat ini dan masih relate dengan preferensi dan perkembangan milestone dia nanti,” kata Mira. Tampilan ruangan makin stylish.
Photo
FOCAL POINT: Wainscoting backdrop dengan tone hijau sage yang merupakan lemari built in. Sisi dinding lainya dilapisi walpaper. (Rumah Louie Project for Jawa Pos)
Jika kamar anak seringnya hanya memuat drawer atau lemari console, Mira prefer lemari built-in berukuran besar. Storage yang lapang tersebut bisa memenuhi kebutuhan penyimpanan barang-barang anak ketika beranjak remaja, bahkan sampai kuliah. ”Untuk built-in furniture, kami pilih yang relatif netral,” lanjutnya.
Unsur playful dihadirkan lewat ornamen-ornamen. Mulai wall decor, wallpaper, hingga aksesori. Sisi dinding lainnya tampak dilapisi wallpaper bermotif forest. Terdapat drawer, kursi, toy storage, dan ornamen pengukur tinggi badan anak.
Photo
(Rumah Louie Project for Jawa Pos)
Permainan wall backdrop juga diaplikasikan pada project kamar anak laki-laki. Kali ini usianya sekitar 12 tahun. Maka, Mira menuangkan warna-warna yang agak lebih ”mature”. Antara lain, sky blue, abu-abu, dan hitam.
”Konsepnya ambience city view di malam hari. Jadi, dindingnya warna biru langit, rumah-rumahnya warna hitam,” terang Mira yang workshop-nya untuk @rumahlouieproject berlokasi di Sawangan, Depok, tersebut. Untuk melengkapi suasana kota di malam hari, Mira menambahkan LED strips di belakang rumah-rumah. ”Itu juga berfungsi sebagai lampu tidur. Lampu utama dimatikan, dapet deh ambience kota di malam hari,” ujarnya.
Photo
(Rumah Louie Project for Jawa Pos)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
