
NATURE VIBE: Banyaknya bukaan lebar dengan view taman menghasilkan suasana segar. Interior didominasi material kayu.
Lahan yang terletak di kawasan cukup padat Kembangan, Jakarta Barat, menjadi tantangan bagi arsitek Kalvin Widjaja dalam mendesain D House. View di sekelilingnya pun kurang menarik. Karena itu, Kalvin berupaya membuat rumah ini mandiri secara visual.
SISI kanan dan kiri D House diapit rumah tetangga. Kebetulan, sisi kanan adalah rumah satu lantai milik orang tua owner D House. Karena itu, Kalvin bisa membuat banyak bukaan di sisi kanan. Sisi kiri cenderung tertutup lantaran berbatasan dengan dinding rumah tetangga yang sama tingginya.
Tampak depan D House seolah dibuat masif dengan dinding beton ekspos di lantai paling atas. Namun, jika dilihat lebih dekat, rumah itu tidak benar-benar tertutup. Kalvin menerapkan sistem layering. Sisi rumah terluar adalah railing balkon yang ditutup dengan tanaman lee kuan yew. Di baliknya merupakan taman kering berbentuk L ke sisi kanan, kemudian ruang keluarga.
”Orientasi rumah ada pada taman di lantai 2. Taman menciptakan view tersendiri bagi rumah ini, seperti ’surga’ pribadi,” kata Kalvin kepada Jawa Pos pekan lalu.
Ruang keluarga dibuat terbuka dengan dinding glass block yang menghadap ke depan. Glass block menjadi material paling efektif untuk membiarkan cahaya masuk dan menyaring view. ”Sehingga pemilik tidak melihat secara langsung view luar yang kurang elok sekaligus menjaga privasi,” ujarnya.
Interior didominasi material kayu.
Bukaan tidak hanya diterapkan di area komunal seperti ruang keluarga, tetapi juga di hampir semua ruangan. Termasuk kamar utama di balik dinding beton di lantai paling atas. Kamar itu memiliki bukaan ke taman di sisi kanan rumah.
Tantangan lain yang dirasakan Kalvin dalam mendesain rumah ini adalah lahan yang tidak begitu luas, yakni 10 x 15 meter. Karena itu, dia membuat satu pintu masuk saja. Pintu itu bisa diakses pemilik rumah, tamu, hingga asisten rumah tangga. ”Hal itu menghemat biaya struktur. Semua ruangan pun bisa dipakai dengan efektif,” terangnya.
Kalvin juga berusaha memaksimalkan experience pada rumah ini dengan tujuan penghuni tidak merasa bosan. Salah satunya adalah menciptakan flow yang nyaman. Begitu masuk ke lantai dasar, suasana terasa gelap. Lalu, naik ke lantai 2 terlihat void bersilangan yang membawa cahaya hingga ke lantai paling bawah.
Terdapat pula bordes yang terhubung dengan ruang doa. ”Pemilik memang kerap mengundang temannya untuk berdoa di rumah. Tangga itu bisa menjadi tempat duduk, extension dari ruang doa,” jelasnya.
Setelah selesai di ruang doa, pemilik bisa bersantai di deck dan ruang keluarga. ”Sampai di lantai 2 benar-benar full terbuka di depan dan samping,” ungkapnya. (adn/c14/nor)
---
D HOUSE
HIJAU: Fasad D House yang cenderung masif dari luar diperindah dengan lee kuan yew menjuntai.
---

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
