
STATEMENT: Dari depan, JA House tampak memiliki dua massa bangunan. Dengan luas lahan 180 meter persegi, fungsi ruang dan estetika desain terpenuhi.
Desain atap dan aksen dinding yang berbeda membuat tampilan JA House seolah terdiri atas dua massa bangunan. Fasad tinggi dengan atap miring sebagai identitas rumah tropis. Taman menjadi ikon penting yang harus ada dalam desain Denny Setiawan.
UNTUK mengoptimalkan lahan, fasad JA House dibuat tinggi ramping dengan atap segitiga miring. Hal itu sengaja dipilih untuk mengatasi kondisi iklim tropis. ”Ketika musim hujan, air bisa langsung turun ke bawah dan tidak menggenang di atap,” ujar arsitek Denny Setiawan.
Di sisi lain, atap yang lebar dan miring akan menjadi peneduh tambahan saat memasuki musim panas. Sebab, terdapat barier antara kamar dan atap yang menjadi peredam panas. Dengan begitu, yang tampak dari luar menjulang tinggi bukanlah plafonnya, melainkan ada ruangan lain di atas plafon dan di bawah atap.
JA House
Fasad dibuat tinggi dan miring itu juga untuk menyiasati keterbatasan lahan. ”Di bagian bangunan dengan roster atapnya dibuat berbeda, jadi seolah ada dua gubahan bentuk untuk memberi statement bahwa di lahan sempit pun kita bisa kok memberikan aksen pada atap rumah,” ungkapnya.
Dinding full roster tak hanya menonjolkan kesan tropis. Namun, juga berfungsi sebagai sirkulasi alami. Angin bisa masuk lewat lubang-lubang kecilnya. Satu hal lain yang menarik adalah penggunaan kaca nako yang memberi vibe jadul sekaligus multifungsi.
”Kaca nako ini biasa dijumpai di rumah-rumah lawas, tapi fungsinya luar biasa. Saat hujan bisa ditutup. Ketika gerimis, air nggak bisa masuk karena mengarah ke bawah. Udara bebas masuk membuat rumah lebih sejuk,” urai Denny.
Bukaan memang menjadi salah satu fokus utama Denny saat mendesain rumah. Dia ingin memastikan setiap ruangan mendapat pencahayaan alami dan sirkulasi udara yang baik. Untuk itu, dibuat beberapa void di kolam renang dan inner courtyard. Termasuk memasukkan unsur taman di setiap rancangannya.
JA House
”Saya mulai mendesain rumah itu dari tamannya dulu. JA House punya tiga taman. Di teras samping kiri dan kanan, taman kering di antara tangga dan pantry, plus roof garden di lantai 3 pada bangunan roster atap datar,” jelasnya.
Lahan terbatas nyatanya tak menjadi hambatan. Tiap ruangannya dimaksimalkan dengan baik. Sebelum masuk rumah, masih ada teras untuk menerima tamu. Namun, di dalam juga ada ruang tamu kecil.
JA House
Ruangan utama dibuat open plan. Menyatukan ruang makan, ruang keluarga, dan pantry. Suasana hangat makin terasa dari dinding dengan tone abu-abu. Lantai 2 difungsikan untuk ruang-ruang yang privat. Ada master bedroom dan dua kamar anak. Sedangkan lantai 3 memuat ruang hobi dan roof garden. (lai/c7/nor)
---

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
