Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 25 Oktober 2021 | 02.29 WIB

Pencahayaan Alami 300 Lux berkat Fasad Glass Block

(RAD+ar ) - Image

(RAD+ar )

Fasad marmer, bata ekspos, atau dinding polos banyak dijumpai. Bagaimana dengan fasad glass block yang menghasilkan tampilan seolah-olah transparan? Konsep itulah yang diusung Antonius Richard, principal architect RAD+ar, untuk project hunian di Jakarta.

---

REFRACTION House, begitulah RAD+ar menyebut rumah di area seluas 525 meter persegi tersebut. Nama itu diambil berdasar penggunaan material glass block yang mendominasi rumah tersebut. Pemilihan material yang tidak biasa itu bermula dari rumah yang menghadap ke timur dan barat. Dua arah tersebut merupakan arah terbit dan terbenamnya matahari.

Dengan demikian, pengaturan cahaya yang masuk cukup tricky karena jika tidak sesuai, cahaya matahari yang masuk bisa terlalu banyak dan menimbulkan hawa panas. Terlebih, Indonesia beriklim tropis dengan kelembapan cukup tinggi.

Photo

(RAD+ar)

Antonius mengaplikasikan glass block tersebut pada beberapa spot. Terutama yang terbesar pada fasad. Glass block membiaskan cahaya matahari hingga jauh ke dalam rumah. Dengan demikian, setiap area fungsional internal mencapai pencahayaan alami 300 lux.

Selain efektif membuat seluruh ruangan terang benderang saat siang, dinding glass block menjaga privasi pemilik rumah karena tidak mengekspos bagian dalam rumah ke luar. Bagian depan dan belakang rumah hanya dilengkapi dengan balkon kecil yang memastikan panas dilepaskan secara perlahan saat malam.

Antonius menyatakan, teknik pemasangan glass block itu merupakan poin yang paling menantang dalam pembangunan Refraction House. ’’Bagi orang yang tidak memahami penggunaan glass block untuk fasad, itu akan terkesan berbahaya, terutama pada fasad yang melayang. Padahal, sesungguhnya glass block jauh lebih aman ketimbang dinding biasa,’’ katanya kepada Jawa Pos pada Jumat (22/10).

Photo

(RAD+ar)

Hal itu terjadi karena sambungan antar-glass block sepenuhnya diisi dengan tulangan struktural dan semen putih. Dengan demikian, dinding itu tidak membutuhkan kolom atau balok praktis. Selain itu, glass block membuat tampilan rumah menjadi lebih bersih dan rapi.

Antonius menambahkan, glass block memiliki banyak variasi kombinasi. ’’Kehangatan yang dihasilkan dari tembusan (refraksi) dan pantulan (refleksi) menghadirkan pengalaman interior ruangan yang dinamis dan variatif,’’ jelasnya.

Untuk interior, Antonius menyisipkan elemen kayu pada beberapa ruang. Misalnya, tangga, set meja, dan kursi makan, serta area ruang keluarga. ’’Penggunaan elemen kayu pada ruang-ruang yang melebur dengan ruang natural dan mendapat banyak sinar matahari dimaksudkan untuk meredam pantulan silau serta membuat suasana yang menenangkan dan meneduhkan,” pungkasnya.

Photo

(RAD+ar)

---

HIGHLIGHTS

TAMAN

Tidak ada taman besar di area depan untuk memastikan tak ada vegetasi utama yang menghalangi pencahayaan optimal ke dalam rumah. Taman ditempatkan di sisi tengah dan belakang.

KAMAR UTAMA

Jendela pada kamar utama terhubung dengan area balkon di baliknya. Balkon dilengkapi meja dan kursi untuk spot bersantai.

KERIKIL

Elemen kerikil diaplikasikan di taman tengah serta master bathroom. Menurut Antonius, kerikil mewakili konsep semi-outdoor yang kian populer di masa mendatang.

---


  • Arsitek: RAD+ar (www.radarchitecture.net)

  • Lead architect: Antonius Richard

  • Architect team: Felda Zakri, Partogi Pandiangan, Leviandri

  • Luas area: 525 meter persegi

  • Lokasi: Jakarta

  • Tahun penyelesaian project: 2021


Photo

(RAD+ar)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore