
INDOOR RASA OUTDOOR: Penghuni rumah bisa saling mengobrol lewat jendela. Batu bata ekspos menambah suasana perkampungan. (ANDHY PRAYITNO, MARIWO WIBOWO PHOTOGRAFHY)
Suasana rumah di perkampungan padat coba dihadirkan dengan ”kemasan” kontemporer oleh Ismail Solehudin lewat Kampoong in House. Penataan yang unik memberikan pengalaman yang berbeda.
---
RUMAH di tengah kota Cimahi, Jawa Barat, ini menggunakan material yang mudah didapat sebagai elemen utama bangunan. Yaitu, batu bata ekspos, PVC, dan besi. Bila dilihat dari luar, tampilannya kontemporer.
Namun, di dalamnya nuansa pedesaan yang asri terasa kental. Arsitek Ismail Solehudin berupaya mengakomodasi preferensi pemilik rumah, Aquino Krishadi dan Elis Rosmiati, yang menyukai tatanan kampung perkotaan dan kebutuhan ruang hijau.
Sebelumnya, keduanya punya pengalaman tinggal di kampung perkotaan yang padat. Interaksi sosial yang hangat menghadirkan kerinduan tersendiri. Hunian yang berbau alam juga menjadi minat mereka. Ismail menerjemahkannya ke dalam hunian dengan dua masa bangunan ”terpisah” yang dihubungkan oleh dinding batu bata dan area hijau.
Bagian fasad rumah menggunakan material PVC yang biasanya kerap dipakai untuk atap. Selain untuk meringankan beban struktur bagian bawah, PVC tahan terhadap sinar matahari dan hujan. Juga, multilayer-nya mampu meredam kebisingan dari luar. Biayanya pun relatif lebih hemat serta tidak membutuhkan perawatan khusus.
Ada pula dinding bata ekspos yang tak hanya cantik, tetapi memungkinkan sirkulasi udara lebih lancar. ’’Walaupun nggak dicat, tidak apa-apa dan kalau hujan juga nggak akan merembes,” terangnya. Bata ekspos juga diaplikasikan untuk dinding bagian dalam.
Pada beberapa area, batu bata disusun secara vertikal dan berongga. Tujuannya, memaksimalkan sirkulasi udara. Ismail menuturkan, diperlukan riset dan teknik khusus dalam pemasangannya agar dinding tetap kukuh. Dibutuhkan kejelian, ketelitian, dan kesabaran saat menyusunnya.
Ada dua jenis besi yang dipilih Ismail untuk membangun rumah dua lantai tersebut. Di area luar yang terkena hujan ataupun sinar matahari, dia menggunakan besi galvanis. Misalnya, untuk pot tanaman yang menempel di fasad, pintu, dan kusen. Sementara itu, besi hollow diterapkan pada area dalam. ’’Untuk semua handle pintu, kami pakai besi sisa,’’ ujarnya.
Untuk plafon rumah, Ismail memilih material multipleks biasa dengan tujuan menguatkan nuansa pedesaan yang alami. Multipleks juga memiliki bobot yang ringan dan harga yang terjangkau. ’’Kalau pakai kayu kan mahal, perawatannya juga lumayan,’’ imbuhnya. Beberapa area atap sengaja dibuat berjarak demi memanfaatkan cahaya alami.
Di sisi lain, Kampoong in House memiliki filosofi tersendiri bagi Ismail. Dia dan pemilik hunian sepakat untuk menggunakan material yang mudah didapat dan kebanyakan diproduksi industri rumahan. Selain untuk memajukan home industry, Ismail juga ingin membuktikan bahwa material biasa bisa membuat bangunan jadi indah dan berkarakter jika diolah dengan tepat.
Photo
INDOOR RASA OUTDOOR: Penghuni rumah bisa saling mengobrol lewat jendela. Batu bata ekspos menambah suasana perkampungan. (ANDHY PRAYITNO, MARIWO WIBOWO PHOTOGRAFHY)
Photo
INDOOR RASA OUTDOOR: View halaman belakang asri. (ANDHY PRAYITNO, MARIWO WIBOWO PHOTOGRAFHY)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
