
Sejumlah pengendara melintasi banjir di jalan Kembangan Selatan, Jakarta, Senin (7/7/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Wilayah Jabodetabek dilanca cuaca ekstrem sejak beberapa terakhir. Hujan deras mengguyur nyaris tanpa jeda. Angin kencang ikut menyapa. Dampaknya banjir mengepung di mana-mana.
Dari Jakarta Barat, Timur dan Selatan dekat Bogor sampai ke wilayah Tangerang, sejumlah titik dilaporkan tergenang air dengan ketinggian bervariasi. Fenomena cuaca yang terbilang ekstrem itu diduga bagian dari anomali iklim yang bikin pola hujan jadi makin sulit diprediksi.
Nah, di tengah kondisi seperti gini, sangat penting bagi yang berperjalanan untuk mengetahui jalanan yang masih aman dilintasi dan mana yang sudah berubah jadi "kolam". Informasi itu bisa didapatkan dari Google Maps.
Google Maps tidak hanya memberikan informasi soal kondisi lalu lintas, juga kondisi terakhir titik-titik banjir dan krisis cuaca. Lantas bagaimana caranya? Sangat gampang.
Begini Cara Cek Banjir Lewat Google Maps:
1. Buka Aplikasi Google Maps
Pastikan sudah meng-install aplikasi Google Maps di ponsel atau tablet. Kalau lewat laptop juga bisa, tinggal buka lewat browser.
2. Masuk ke Menu "Explore" atau "Jelajahi"
Di bagian bawah layar, akan terlihat menu “Explore” (untuk versi bahasa Inggris) atau “Jelajahi” (untuk bahasa Indonesia). Klik aja.
3. Cari Ikon Peringatan Banjir (Java Floods)
Biasanya ikon ini ditandai dengan gambar gelombang air atau simbol peringatan warna merah. Kalau muncul di peta, berarti area tersebut sedang terdampak banjir.
4. Klik untuk Lihat Detailnya
Setelah menemukan ikonnya, klik untuk melihat info lebih lengkap: mulai dari lokasi tepatnya, tingkat keparahan, sampai update terbaru dari laporan pengguna.
5. Gunakan Kolom Pencarian
Kalau kamu mau cari banjir di lokasi spesifik (misalnya “banjir di Pondok Gede” atau “banjir di Kelapa Dua”), tinggal ketik di kolom pencarian. Google Maps akan menampilkan hasilnya dalam bentuk visual dan notifikasi krisis.
6. Perhatikan Simbol Khusus di Peta
Selain ikon, Google Maps biasanya juga kasih penanda khusus di peta kalau ada bencana atau peringatan cuaca ekstrem.
7. Cek Laporan dari Pengguna Lain
Ini fitur yang kadang underrated tapi penting banget. Google Maps juga menerima laporan real-time dari pengguna soal kondisi jalan, termasuk genangan air atau akses yang terhambat.
Cuaca ekstrem yang tiba-tiba seperti saat ini bisa berdampak besar buat aktivitas harian. Mau ke kantor, sekolah, atau sekadar belanja, tentu kita harus tahu kondisi jalanan dulu.
Dengan bantuan Google Maps, kamu bisa lebih waspada dan menghindari lokasi yang rawan banjir. Ingat, mencegah nyasar ke genangan lebih baik daripada dorong mobil tengah jalan!
Jadi, sebelum keluar rumah, cek Google Maps dulu ya. Cuaca mungkin nggak bisa ditebak, tapi rute aman tetap bisa direncanakan.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
