Ilustrasi perempuan sedang menggunakan dating apps (Pexels/Artem Podrez)
JawaPos.com – Di era digital seperti saat ini, aplikasi kencan atau dating apps telah banyak merevolusi cara orang terhubung dan menjalin hubungan.
Meskipun platform ini menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas, mereka juga memiliki risiko kesehatan mental yang signifikan.
Korelasi tersebut dapat disebabkan oleh semua penolakan, perbandingan, pencarian validasi, dan banyaknya pilihan dan pesan yang mungkin Anda terima
Di sisi lain, seorang terapis berlisensi Alo Johnston, mengatakan bahwa Salah satu alasan besar di balik rasa frustasi ini adalah karena banyak pengguna yang tidak mengerti dengan jelas mengapa mereka menggunakan aplikasi ini.
Melansir Wondermind, beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa menggunakan aplikasi kencan berbasis online dikaitkan dengan tingkat kecemasan, depresi, dan tekanan emosional yang lebih tinggi daripada yang kita lihat pada orang yang tidak menggunakannya, menurut sebuah penelitian di Australia pada tahun 2020.
Meskipun demikian, ada juga kemungkinan bahwa orang-orang yang tertarik pada aplikasi ini mungkin sudah memiliki kecenderungan anti sosial, cemas, depresi, atau tertekan, menurut penelitian tersebut.
Hal itu tampaknya masuk akal karena, jika Anda tidak suka mendekati orang secara langsung, Anda mungkin akan lebih mudah melakukannya secara online.
Salah satu pakar hubungan percintaan dari India, Jeevika Sharma, menyoroti beberapa alasan mengapa aplikasi kencan dapat berdampak negatif pada kesehatan mental, serta menekankan pentingnya pendekatan yang seimbang dan penuh kesadaran terhadap kencan online.
Melansir News18 pada Selasa, (1/10), ini merupakan tantangan yang harus dihadapi yang bisa berdampak pada mental health.
Salah satu masalah yang paling menonjol dengan aplikasi kencan adalah frekuensi penolakan. Terus-menerus menghadapi penolakan dapat menyebabkan perasaan rendah diri, keraguan diri, dan kecemasan.
Bagi banyak pengguna, pengalaman berulang kali diabaikan atau ditolak dapat mempertipis harga diri, sehingga sulit untuk mempertahankan citra diri yang positif.
Aplikasi kencan sering kali menampilkan profil yang telah diedit sedemikian rupa, di mana pengguna menampilkan versi terbaik dari diri mereka.
Hal ini dapat menciptakan ekspektasi yang tidak tinggi, yang berujung pada kekecewaan ketika interaksi di dunia nyata tidak sesuai dengan persona online yang diidealkan.
Selain itu, kehadiran profil palsu dan penipuan di platform ini dapat memperumit pengalaman pengguna, sehingga penting bagi pengguna untuk tetap waspada.
Menilai seorang individu dimulai dari sekadar profil dan gambar dapat menumbuhkan budaya objektifikasi.
Dehumanisasi ini menghilangkan kompleksitas dan sifat asli pasangan, yang mengarah pada penilaian yang dangkal hanya berdasarkan penampilan fisik atau biografi singkat. Hasilnya adalah berkurangnya rasa empati dan pengertian dalam proses kencan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
