Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Januari 2024 | 13.40 WIB

Media Sosial X Berencana Tambah Tenaga Kerja Baru di Perusahaannya, Hal ini Jadi Fokus Utama

Elon Musk dan logo X./ Business Today - Image

Elon Musk dan logo X./ Business Today

JawaPos.com – Media sosial yang kini dimiliki Elon Musk yakni X berencana menambah tenaga kerja baru pada tahun ini.

Dilansir dari The Verge, X yang dahulu dikenal dengan nama Twitter tersebut ingin merekrut 100 orang tenaga kerja.

Rencana tersebut diambil setelah media sosial X dan lainnya dipanggil oleh Senator Amerika Serikat terkait konten eksploitasi seksual pada anak.

Dilansir dari laman resmi Komite Senat Amerika Serikat, mereka menyebut media sosial milik Elon Musk tersebut serta Meta, Discord, TikTok dan Snap akan dimintai pertanggung jawaban pada 31 Januari mendatang.

Sementara itu berdasarkan blog resmi X, mereka berencana untuk menambah pekerja yang bertugas untuk memoderasi konten yang berkaitan dengan eksploitasi seksual anak.

“Meskipun media sosial kami tidak memiliki banyak pengguna aktif remaja berusia 13 hingga 17 tahun di Amerika Serikat, namun konten tersebut tidak diizinkan beredar disini,” tulis mereka.

Para pekerja tersebut nantinya akan ditempatkan di Trust and Safety center of excellence yang berlokasi di Austin, Texas, Amerika Serikat.

“Pada tahun 2023 lalu, kami telah melakukan pemblokiran akses pada 12,4 juta akun X yang mengunggah konten eksploitasi seksual pada anak,” ujar mereka dalam blog tersebut.

Selain itu, mereka menyatakan telah mengirimkan laporan pada National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) yang berjumlah 850 ribu laporan.

“Laporan tersebut delapan kali lebih banyak daripada apa yang dilaporkan oleh Twitter pada 2022 silan,” tegas mereka.

Perusahaan tersebut juga terus berkoordinasi dengan aparat yang berwajib untuk melakukan penangkapan bagi pengguna yang menyebarkan konten tersebut.

“Pada 2024 ini kami berjanji bahwa akan menjadikan media sosial kami sebagai media bebas berpendapat namun tidak menghilangkan rasa aman bagi pengguna,” tutup mereka.

Sebelumnya Dikritik oleh Pengguna

Media sosial yang dahulu dikenal dengan nama Twitter itu sempat mendapat kritikan tajam dari penggunanya karena membiarkan konten tersebut beredar bebas di X.

Dilansir dari USA Today, Elon Musk dahulu pernah melakukan pemangkasan besar-besaran pada tim moderasi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore