
Ilustrasi kontak whatsapp (freepik)
JawaPos.com - Aplikasi WhatsApp memiliki beragam fitur yang membuat para penggunanya semakin nyaman berinteraksi satu sama lain.
Salah satu fitur WhatsApp adalah status. Setiap orang bisa dengan bebas membagikan pengalaman, pikiran, dan sebagainya dalam bentuk video, foto, atau tulisan. Nah, menariknya semua yang diunggah di status WhatsApp itu dapat diatur siapa saja yang bisa melihatnya. Pengguna bisa mengatur siapa saja kontak yang dapat melihat status itu.
Sistem status WhatsApp kini bisa kamu atur siapa saja yang berhak melihatnya, dengan mengaktifkan privasi status. Dengan mengaktifkan fitur itu, pengguna WhatsApp bisa mengatur siapa saja yang bisa melihat statusnya yang diunggah. Apakah seluruh kontak, orang-orang tertentu saja di kontak, atau hanya status dapat dilihat oleh seluruh kontak, kecuali orang-orang tertentu.
Namun, hal itu tidak mengubah sifat pengguna yang sering membagikan pengalamannya melalui status WhatsApp. Karena, mereka senang dapat berbagi momen dalam hidupnya, tanpa mengkhawatirkan persepsi orang lain yang melihat status itu.
Pengaruh media sosial terhadap pikiran sadar manusia dengan mengamati aktivitas-aktivitas yang dibagikan orang lain melalui statusnya dapat mengembangkan minat. Contoh, ketika pengguna yang membagikan kegiatannya sedang berbuat kebaikan, berolahraga, atau belajar.
Ketertarikan seseorang dalam membagikan konten-konten kehidupan mereka karena adanya perasaan perlu mengunggah hal-hal di media sosial. Menurut psikolog Wilcox dan Stephen dalam makalah 'Are Close Friends the Enemy? Online Social Networks, Self-Esteem, and Self-Control', situs media sosial dapat meningkatkan harga diri dan pengendalian diri.
Orang-orang yang cenderung menampilkan pandangan dirinya dalam hal positif, dapat menaikkan tingkat percaya diri terhadap teman online. Mereka secara aktif memposting kegiatan kehidupan nyatanya agar orang lain dapat menikmati dan menyaksikan pengalamannya.
Alasan lainnya orang sering membuat status WhatsApp adalah kepribadian mereka yang bisa dibilang narsistik. Yaitu, mencerminkan kebutuhan hidup mereka untuk dikagumi orang lain dan menginginkan pengakuan yang positif pada postingan yang dibagikannya.
Hal ini tidak hanya membuat penggunanya lebih rentan terhadap jumlah suka dan komentar yang diterima, tetapi juga dapat menyebabkan kecanduan psikologis bahkan bisa menurunkan materi putih otak.
Menggunakan media sosial untuk meningkatkan harga diri adalah ide yang buruk, karena hal itu menunjukkan bahwa seseorang harus melihat ke luar dirinya untuk meningkatkan emosi yang bernilai dibandingkan ke dalam dirinya.
Penilaian kognitif dan emosional atas nilai diri sendiri adalah definisi dari harga diri yang keliru berdasarkan jumlah suka dan komentar dengan kepuasan jangka pendek. Mereka gagal memiliki kebebasan untuk berkembang tanpa khawatir akan kegagalan yang tidak seharusnya mengubah nilai fundamentalnya.
Kecanduan dengan menerima pengakuan yang berlebihan dari orang lain secara online, menyebabkan seseorang mengabaikan kebahagiaan yang seharusnya dirasakan. Orang-orang yang mempunyai tujuan lebih cenderung menolak peningkatan harga diri yang datang dari menerima suka dan komentar di media sosial.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
