
Robot humanoid HL Human yang dikembangkan Mitsubishi Motors dan Highlanders untuk pekerjaan industri../(Electrek)
JawaPos.com — Mitsubishi Motors Corporation mulai memperluas pijakannya ke industri robotika dengan menggandeng Highlanders Inc., perusahaan rintisan yang lahir dari Universitas Tokyo.
Keduanya mengembangkan robot humanoid untuk digunakan di fasilitas manufaktur Mitsubishi sekaligus mengkaji produksi massalnya di pabrik Kyoto. Jika rencana itu dinilai layak, produksi dapat dimulai pada awal 2027 dengan target sekitar 1.000 unit per bulan.
Langkah ini menempatkan Mitsubishi di tengah persaingan global yang semakin ramai. Industri otomotif menjadi salah satu arena utama pengembangan robot humanoid karena teknologi yang dibutuhkan memiliki irisan dengan otomatisasi, motor listrik, aktuator, kendali mesin, kecerdasan buatan, dan sistem manufaktur.
Tesla, Hyundai, BMW, hingga sejumlah produsen Asia lainnya juga tengah menguji robot humanoid untuk lingkungan industri.
Dilansir dari Electrek, Senin (10/8/2026), Mitsubishi berencana memanfaatkan salah satu fasilitas bekas pabrik mesin pembakaran internalnya di Kyoto untuk membangun robot Highlanders.
Kedua perusahaan menandatangani nota kesepahaman (MOU) pada Juli untuk mengembangkan robot yang terlebih dahulu digunakan di fasilitas produksi Mitsubishi. Dengan cara itu, robot dapat diuji dalam pekerjaan nyata, sementara Mitsubishi mengumpulkan data dan pengalaman sebelum memperluas produksi.
Rencana tersebut penting karena Mitsubishi memiliki pengalaman panjang dalam rekayasa produksi massal, pengendalian mekatronika, jaminan kualitas, desain keselamatan dan ketahanan, serta pengoperasian pabrik. Kompetensi itu akan digunakan untuk membantu Highlanders mengubah robot humanoid dari produk rintisan menjadi mesin yang dapat diproduksi dalam skala industri.
Ketua Dewan sekaligus CEO Mitsubishi Motors, Takao Kato, menggambarkan kerja sama itu sebagai upaya membangun pola baru dalam industri. “Kolaborasi kami dengan Highlanders merupakan tantangan untuk membangun fondasi industri baru tempat manusia dan robot bekerja bersama,” kata Kato. Menurutnya, proyek tersebut juga memberi Mitsubishi kesempatan memperdalam keahlian teknologi dan bisnis di bidang robot humanoid.
Di sisi lain, Highlanders membawa teknologi robot yang dirancang untuk menjalankan pekerjaan fisik dengan bantuan AI. Platform andalannya, HL Human, memiliki tubuh dengan 19 derajat kebebasan dan aktuator listrik berdaya tinggi yang dirancang menghasilkan gerakan menyerupai manusia. Sistem persepsi berbasis AI, perencanaan gerak, dan interaksi bahasa alami memungkinkan robot diarahkan untuk menjalankan tugas industri yang kompleks.
Kemampuan itu membuat penggunaannya diarahkan pada pekerjaan yang lebih luas daripada lini perakitan. Highlanders mengembangkan HL Human untuk manufaktur, logistik, konstruksi, hingga penanganan bencana, terutama pada sektor yang menghadapi kekurangan tenaga kerja. Prototipe yang diperkenalkan sebelumnya juga dirancang untuk bekerja berdampingan dengan manusia, termasuk melalui sistem deteksi benturan dan pengereman otomatis.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
