
Megawati dan Tim Jung Kwan Jang Red Spark dalam sebuah pertandingan./News Naver
JawaPos.com - Dalam laga lanjutan Liga Voli Korea Selatan, tim Jung Kwan Jang Red yang diperkuat atlet voli putri Indonesia Megawati 'Megatron' harus menerima kekalahan dari Hi Pass.
Laga yang mempertemukan tim Megawati, Jung Kwan Jang Red Spark dan Korea Road Corporation Hi Pass berlangsung di Stadion Chungmu Gymnasium, Daejon, Korea Selatan pada Kamis (2/11).
Tampil di hadapan pendukungnya, Jung Kwan Jang Red Spark langsung tertinggal cukup jauh 1-5 di awal set pertama.
Pemain asing Hi Pass, Vanja Bukilic menjadi motor serangan tim lawan sejak menit pertama peluit dimulai.
Beberapa kali Megawati cs berhasil menjaga jarak ketertinggalan, namun serangan Hi Pass lewat Bukilic sulit dibendung.
Pertandingan kemudian berjalan cukup alot, tim tamu berhasil lebih dulu memperoleh poin banyak sehingga Red Spark setiap saat harus berjibaku mengejar ketertinggalan.
Sayangnya, Hi Pass tampil cukup tenang sehingga berhasil unggul poin lebih dulu hingga tiga kali set. Dengan begitu, Red Spark harus mengakui keunggulan Hi Pass dengan skor akhir 0-3.
Kendati Jung Kwan Jang Red Spark harus menelan kekalahan, atlet voli putri Indonesia Megawati Hangestri masih berperan penting dalam setiap laga yang dijalani tim voli asal Kota Daejon tersebut.
Hal itu terbukti dengan catatan 18 poin yang ditorehkan Megawati pada pertandingan tersebut.
Terpaut selisih satu poin dari rekan setimnya, Giovanna Milana Day alias Jia.
Buntut dari kekalahan tersebut, Jung Kwan Jang Red Spark harus terlempar menempati posisi keempat setelah sebelumnya berada di posisi ketiga klasemen sementara Liga Voli Korea Selatan Divisi Wanita.
Menanggapi kekalahan tersebut, Pelatih Red Spark Go He-Jin mengungkapkan penyebab kekalahan timnya.
He-Jin mengaku permainan timnya cukup tersendat, terlebih kelebihan pemain asing lawan tak mampu dihindari.
"Ada bagian dimana kami tersendat, tetapi pembangunan permainan berjalan dengan baik. Bukiric bermain terbaik. Kami juga memiliki center yang tinggi, tetapi tinggi badan pemain asing lebih rendah dibandingkan tim lain. Kami mengalami kesulitan di area itu,” ungkap He-Jin usai pertandingan seperti dikutip JawaPos.com dari News Naver pada Kamis (2/11).
Dengan kekalahan tersebut, He-Jin akan melakukan evaluasi untuk pertandingan selanjutnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
