
Garbine Muguruza menjuarai Wimbledon 2017 usai mengalahkan Venus Williams
JawaPos.com - Penantian petenis cantik Spanyol, Garbine Muguruza, mengangkat trofi juara turnamen Wimbledon akhirnya tuntas. Dia berjaya di Wimbledon 2017 usai mengalahkan petenis Amerika Serikat, Venus Williams, dua set langsung 7-5 dan 6-0, Sabtu (15/7) malam WIB.
Bagi Muguruza, ini merupakan gelar pertamanya di ajang Wimbledon. Sekaligus sebagai pengobat kegagalan di Wimbledon 2015 silam. Kala itu, Muguruza kalah di final dari Serena Williams.
Bisa dibilang, kemenangan ini merupakan balas dendam yang manis. Maklum saja, Venus adalah kakak kandung dari Serena. Di 2015 Muguruza boleh kalah dari Serena, tapi di 2017 dia berjaya usai mengalahkan Venus.
Kini, petenis cantik berumur 23 tahun tersebut mengukir dua gelar Grand Slam sepanjang kiprahnya di tenis profesional. Gelar Grand Slam pertamanya dia petik di Prancis Terbuka 2016. Artinya, dalam dua tahun beruntun, Muguruza berhasil mengukir dua gelar Grand Slam.
Cara Muguruza mengalahkan Venus bisa dibilang luar biasa. Dia sempat mendapat perlawanan ketat pada set pertama. Muguruza dipaksa hanya menang 7-5. Tapi, pada set kedua, Muguruza tampil brilian. Dia menerapkan permainan agresif dengan terus menekan. Venus tak dibiarkan berkembang dan dipaksa menelan kekalahan 0-6.
Meski begitu, Muguruza menyebut melakoni laga berat di final. Itu wajar dia katakan karena pada set pertama memang terjadi pertarungan yang alot.
"Saya menjalani laga yang berat melawan Venus. Dia adalah petenis yang luar bisa meski umurnya sudah tak muda lagi. Maaf, saya kerap melihat permainannya saat saya menapaki karier di dunia tenis profesional. Itu membuat saya mengetahui kelebihan dan kelemahannya," sebut Muguruza seperti dilansir BBC Sport.
Imbuhnya, "Saya sendiri merasakan sebuah hal yang sulit dibayangkan bisa tampil di Wimbledon. Jujur, saat berlaga di final saya gugup karena saya selalu bermimpi untuk bisa juara di turnamen ini. Dan, mimpi itu benar-benar saya wujudkan kali ini".
Muguruza menjadi petenis tunggal putri asal Spanyol kedua yang mampu juara di ajang Wimbledon. Dia mengikuti jejak pelatihnya, Conchita Martinez, yang meraih juara Wimbledon pada 1994 silam. (epr/JPG)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
