
Pebulu tangkis tunggal putri Spanyol Carolina Marin.
JawaPos.com-Pebulu tangkis tunggal putri Spanyol Carolina Marin mengatakan masih berambisi untuk merebut gelar juara Olimpiade lagi. Kans itu bisa diraihnya pada pesta olahraga empat tahunan yang akan digelar di Paris, musim panas ini.
“Keinginan terbesar saya adalah memenangkan emas di Olimpiade 2024 Paris,” kata Marin, dikutip dari laman resmi Olimpiade, Minggu (31/3).
Peraih medali emas Olimpiade 2016 Rio itu menekankan, sportivitas dan ketekunan menjadi modal utamanya untuk mencapai target tersebut, terlebih, Marin telah bertahun-tahun menderita dua cedera lutut serius dengan masa pemulihan yang cukup memakan banyak waktu.
“Saya tidak tahu berapa persentase (penampilan) saya sejauh ini. Yang saya yakini, adalah saya akan berada dalam kondisi 100 persen untuk Olimpiade, saya tidak meragukannya,” ujar Marin.
Rasa percaya dirinya itu pun semakin bertumbuh setelah ia memenangkan sejumlah gelar tur BWF tahun ini, termasuk turnamen Super 1000 All England Open 2024, yang merupakan salah satu kejuaraan bulu tangkis paling bergengsi di dunia.
Lebih lanjut, Marín menjelaskan seperti apa proses yang membawanya dari rasa sakit dan penderitaan, menuju harapan dan kesuksesan baru. “Apa yang saya lakukan terutama adalah bekerja keras pada aspek mental, percaya pada diri sendiri dan mendapatkan kembali kepercayaan diri dalam melakukan latihan yang baik,” katanya.
Lima tahun terakhir, Marin memiliki grafik yang fluktuatif. Sejak final Indonesia Masters 2019, ketika ligamen lutut kanannya robek, Marín menghadapi tantangan besar dalam memulihkan kondisi untuk kembali ke level terbaiknya.
Dua tahun setelah cedera dan ketika dia masih dalam proses pemulihan fisik dan kepercayaan diri, Marin kembali mengalami cedera yang lebih serius pada lututnya yang lain, yang tidak hanya merobek ligamen cruciatumnya tetapi juga kedua meniskusnya.
Dapat dimengerti bahwa kemunduran tersebut sulit untuk diatasi secara mental. Cederanya pada tahun 2021 membuatnya absen dari Olimpiade 2020 Tokyo. Pada tahun 2022, Marín menambahkan seorang psikolog ke tim pendukungnya.
“Aspek yang paling banyak saya kerjakan di level psikologis adalah emosi saya, mengeluarkan emosi. Setelah banyak bekerja dengan psikolog saya, baik di luar lapangan maupun di lapangan, melihat hal-hal apa yang bisa membuat saya merasa nyaman,” ungkap Marin.
Baca Juga: Ketiban Berkah Bulan Ramadhan, Omzet Pedagang Gula Aren di Lebak Banten Sentuh Rp 50 Juta per Hari
Ia menilai, sering kali para atlet mengabaikan aspek kesehatan mental. Namun bagi Marin, ini adalah salah satu bagian mendasar dari tubuh. “Dan kita tidak lagi hanya berbicara tentang bulu tangkis, tetapi juga tentang hal-hal lain di luar lapangan. Yang terpenting, percaya pada diri sendiri dan mendapatkan kembali kepercayaan diri telah menjadi kunci terpenting bagi saya,” ujarnya menambahkan. (*)

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
