
BERPENGALAMAN: Carlos de Melo saat ditemui di Pakuwon Mall, Surabaya, Selasa (19/7). Selama masa bursa transfer, dia kerap berkeliling dunia seperti Asia dan Eropa sebagai agensi pemain. Di Surabaya bisa sampai 20 hari. (Angger Bondan/Jawa Pos)
CARLOS de Melo menjadi salah seorang pemain asing tersukses di Liga Indonesia. Dua kali pemain asal Brasil itu merengkuh gelar juara. Dengan Persebaya Surabaya pada musim 1996–1997, kemudian 1999–2000 bersama PSM Makassar. Setelah pensiun, dia sempat menjadi pelatih sebelum tiba-tiba ’’menghilang’’. Bagaimana kabar pria 55 tahun itu? Berikut perbincangan Melo dengan Jawa Pos.
Lama tidak terlihat. Apa kabar?
Kabar baik. Sekarang saya tinggal di Brasil dengan istri dan dua anak saya. Kebetulan, saat ini saya berada di Indonesia. Ada urusan pekerjaan.
Sekarang punya pekerjaan baru?
Saya sekarang jadi agen pemain. Sudah jalan tiga tahun ini. Saya ke Indonesia untuk menawarkan pemain saya. Mumpung masih transfer window.
Dulu sempat jadi pelatih. Sekarang beralih ke agen pemain. Apa alasannya?
Sebenarnya saya suka menjadi pelatih. Tapi, akhirnya jadi agen karena ingin dekat dengan keluarga. Kalau jadi agen, saya bisa menetap di Brasil. Anak pertama saya kuliah, yang kedua masih sekolah. Kalau jadi pelatih, saya tidak bisa tinggal di Brasil. Dulu waktu jadi pemain, saya sudah sering tinggalkan mereka ke luar negeri. Masak sekarang mau saya tinggal lagi?
Tapi, bukannya jadi agen juga sering keliling dunia ya?
Iya benar. Bahkan setiap pekan ganti negara. Satu pekan satu negara. Kadang di Eropa, Thailand, termasuk Indonesia. Tapi, saya pergi kan cuma saat transfer window. Dan, kebetulan di Surabaya paling lama. Sekitar 20 hari saya di sini. Sebab, saya punya banyak teman di Surabaya.
Sudah menawarkan pemain asing ke tim Liga 1?
Sudah. Termasuk ke Persebaya Surabaya. Saya ini kan kenal baik dengan Aji (pelatih Persebaya Aji Santoso, Red). Dia rekan satu tim saat juara 1997. Saya menawari dia sekitar lima pemain asing. Dia bilang pemain saya bagus, tapi tidak ada kecocokan soal harga. Jadi, ya batal ke sini (Surabaya).
Soal Persebaya, apa masih mengikuti perkembangan tim ini?
Musim lalu mereka bermain bagus. Tapi, sekarang banyak pemain yang sudah pergi. Kualitas pemain sekarang berbeda dengan musim lalu. Musim lalu lebih bagus. Saya lihat musim ini akan sulit bagi Persebaya. Tembus posisi empat besar sepertinya agak sulit. Tapi, saya selalu mendoakan yang terbaik.
Jadi, masih sering melihat perkembangan Liga 1 juga ya?
Saya beberapa kali lihat di televisi. Yang jelas, fasilitas sepak bola Indonesia saat ini sudah lebih bagus ketimbang saat saya bermain dulu. Bayaran pemain juga lebih tinggi. Cuma, saya kok merasa kualitas pemain dulu lebih bagus ketimbang sekarang.
Kembali ke soal agensi, sekarang siapa pemain Anda yang ada di Liga 1?
Saat ini baru ada satu pemain. Hugo Gomes yang sekarang bermain di Madura United itu dari agensi saya. Satu lagi pemain asing akan datang ke RANS Nusantara FC. Dia pemain di klub Serie A Brasil. Masih terikat kontrak. Dia sudah minta surat keluar, belum dikasih. Mudah-mudahan pekan ini dia sudah bisa datang ke Indonesia.
Apakah harga pemain asing jadi kendala bagi klub Liga 1?
Saya punya beberapa pemain di Liga Thailand. Di sana, mereka bisa membayar pemain asing dua kali lipat dibandingkan di Indonesia. Jadi, mereka juga mendapat pemain berkualitas. Di Eropa juga begitu, mereka berani bayar mahal. Kalau di Indonesia agak sulit. Dana klub (Indonesia, Red) untuk pemain asing tidak sebesar di Thailand atau Eropa sehingga sulit cari pemain yang sekelas dengan mereka.
Jadi, ada pemain yang dikirim ke Eropa juga?
Saya punya pemain di Liga Portugal. Ada yang bermain untuk FC Porto. Di Hungaria juga ada beberapa. Termasuk di Liga Rusia. Sebelumnya saya juga punya pemain di Ukraina. Tapi, sekarang sudah balik karena ada konflik di sana. Makanya, saya sering keliling dunia. Ha..ha..ha..
Punya banyak pemain. Apa sih susahnya jadi agen?
Saya ini sebenarnya juga masih belajar dari teman. Mulai pelan-pelan. Susahnya itu kadang soal keputusan pemain. Kadang kami sudah nego, sudah deal, tapi pemain nggak mau. Tapi, kadang-kadang nanti bisa berubah lagi secara tiba-tiba. Ada tim yang bikin pemain tidak nyaman, kemudian minta keluar. Tapi, harus dihadapi.
Sekarang punya profesi baru, apa ada harapan khusus?
Harapan saya tetap bisa menjadi agen pemain bagi tim-tim besar. Sama seperti saat saya membela tim besar kala bermain di Indonesia. Mudah-mudahan saya bisa membawa pemain bagus di Indonesia agar kualitas kompetisi ikut naik.
JEJAK CARLOS DE MELO
Negara asal: Brasil
Tanggal lahir: 10 April 1967
Posisi: Gelandang
Sebagai Pemain
1995: Gresik United FC
1995–1996: PS Mitra Surabaya
1996–1997: Persebaya Surabaya
1997–2001: PSM Makassar
2001–2002: Persita Tangerang
Sebagai Pelatih
2006–2007: PSM Makassar
2011–2013: Indonesia Students
2017: PSGC Ciamis
Prestasi
Juara Liga Indonesia 1996–1997 bersama Persebaya Surabaya
Juara Liga Indonesia 1999–2000 bersama PSM Makassar
DIOLAH DARI BERBAGAI SUMBER

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
