Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 23 Juni 2018 | 08.16 WIB

PKS Siapkan Strategi Serangan Udara dan Darat di TPS

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku tak khawatir dengan hasil survei yang menempatkan pasangan Asyik berada di posisi bawah. - Image

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku tak khawatir dengan hasil survei yang menempatkan pasangan Asyik berada di posisi bawah.


JawaPos.com - Jelang Pemilihan Gubernur Jawa Barat (Pilgub Jabar) 2018, lembaga survei Roda Tiga Konsultan (RTK) kembali merilis hasil temuan survei terbarunya. Hasilnya, ada dua kandidat pasangan calon masih jauh tertinggal dengan pasangan lainnya.


Direktur Data dan Riset RTK Rikola Fedri menyebutkan, paslon yang masih mendominasi yakni nomor urut 4, Dedy Mizwar-Dedi Mulyadi (Duo DM) dan paslon nomor urut 1, pasangan Ridwan Kamil-Ruzhanul Ulum (Rindu). Bahkan, perbedaan suara antara kedua paslon itu sangat tipis.


"Duo DM dipilih oleh 29,9 persen responden unggul tipis dibandingkan dengan Rindu dipilih oleh 28,6 persen responden, memang perbedaannya masih berada dalam rentang margin of error (MoE)," kata Rikola saat memaparkan hasil surveinya di Kawasan Fatwati, Jakarta, Jumat (22/6).


Sementara itu, Rikola mengatakan, elektabilitas kedua paslon yang lainnya masih sangat tertinggal. Mereka adalah TB Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) dan pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) yang masih berada di level papan bawah hasil survei.


"Pasangan Asyik dipilih oleh 4,8 persen dan Hasanah hanya memperoleh 4,2 persen suara dari responden," ujar Rikola.


Menanggapi hasil itu, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengaku tak khawatir dengan hasil survei yang menempatkan pasangan Asyik berada di posisi bawah. Sebab, dalam hasil survei internalnya, jagoannya itu masih bersaing ketat dengan pasangan lainnya.


"Kami punya survei sendiri. Hasilnya tetap close to close," ucapnya.


Mardani pun mencontohkan pencalonan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilkada DKI Jakarta lalu. Ia menyebut, kala itu posisi jagoannya selalu berada dibawah. Sehingga pihaknya pun telah menyiapkan beberapa strategi khusus.


"Pokoknya setelah di TPS, kita mainkan strategi serangan udara, strategi serangan darat, kami yakin (menang)," tuturnya.


Kemenangan itu, kata Mardani, sebenernya telah terlihat dari spanduk dan baliho Asyik yang telah beredar di penjuru Jawa Barat. Apalagi, di sosial media pun paslon yang diusungnya itu dinilai paling populer.


"Kalau dilihat sekarang spanduknya Asyik merajai, sosial media nya merajai. Nah itu tanda tandanya ada. Kemenangan di sosial media akan selalu terbukti kemenangan di dunia nyata," tutupnya.


Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore