Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Juni 2018 | 22.28 WIB

Sebelum Tewas Dipukuli Sang Ibu, Syaiful Baru Khatam Alquran

Marsilan, paman korban yang melaporkan kejadian ini ke polisi - Image

Marsilan, paman korban yang melaporkan kejadian ini ke polisi

JawaPos.com - Ani Musrifah, 32, tega memukuli anak kandungnya sendiri di kediaman mereka di Pagak, Kabupaten Malang. Akibatnya, Syaiful Anvar, 8, tewas dengan luka lebam di sekujur tubuh. Para tetangga pun kerap mendengar perlakuan kasar pelaku.


Paman korban, Marsilan, 50, kepada JawaPos.com, mengaku kerap melihat Syaiful dipukuli oleh ibunya. Namun, dia tidak tahu masalah apa hingga Ani tega memukuli buah hatinya itu.


Padahal, menurut Marsilan, Syaiful merupakan anak yang baik dan pendiam. Nakalnya hanya suka bermain layangan hingga lupa waktu dan bersepeda.


Selain itu, almarhum juga dikenal penurut dan manja kepada Marsilan. Sebelum meninggal dunia, Syaiful sempat mengkhatamkan Alquran.


"Anaknya baik, manja. Nakalnya ya biasa saja nakal anak-anak. Sering pangku saya kalau nonton televisi. Sampai sekarang masih terbayang-bayang dengan Syaiful," kata Marsilan, Jumat (22/6).


Di kalangan tetangga dan keluarga, pelaku juga tewas dikenal memiliki prilaku tempramen. Bahkan, pelaku juga kerap memukuli suaminya, Marliad, 35.


Masih menurut Marsilan, tersangka kerap memukuli suaminya. Biasanya, ketika sedang marah, Ani akan segera menutup pintu rumahnya. Di dalam rumah, entah apa yang dilakukan dia kepada suaminya.


Yang jelas, ketika keluar, kondisi Marliad sudah bisa dibilang kurang pantas. Di wajahnya sudah terdapat bekas tamparan dan cakaran. Hal tersebut menurut Marsilan, tidak sekali dua kali menimpa pedagang bakso tersebut.


"Sering seperti itu (Marliad dianiaya). Keluar kondisinya sudah mengenaskan," kata Marsilan.


Pernah Marsilan yang tinggalnya di dekat rumah keluarga Ani ini memberi peringatan kepada perempuan bertubuh besar tersebut. Dia minta agar kekerasan terhadap suami dan anaknya dihentikan.


Bukannya diindahkan, Marsilan dan beberapa saudara yang mencoba mengingatkan itu justru dimusuhi oleh Ani. Hingga akhirnya, tetangga tidak ada yang berani untuk ikut campur urusan mereka.


Di kalangan tetangga, Ani dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan keras. Jarang bersosialisasi dengan lingkungan yang hanya berisi lima rumah itu.


Sementara itu, Ani Musrifah, 32, saat ditanyai di Mapolres Malang, tidak mau menjawab satu pun pertanyaan yang dilontarkan JawaPos.com. Dia hanya diam menunduk sambil menggelengkan kepala.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore