
Marsilan, paman korban yang melaporkan kejadian ini ke polisi
JawaPos.com - Ani Musrifah, 32, tega memukuli anak kandungnya sendiri di kediaman mereka di Pagak, Kabupaten Malang. Akibatnya, Syaiful Anvar, 8, tewas dengan luka lebam di sekujur tubuh. Para tetangga pun kerap mendengar perlakuan kasar pelaku.
Paman korban, Marsilan, 50, kepada JawaPos.com, mengaku kerap melihat Syaiful dipukuli oleh ibunya. Namun, dia tidak tahu masalah apa hingga Ani tega memukuli buah hatinya itu.
Padahal, menurut Marsilan, Syaiful merupakan anak yang baik dan pendiam. Nakalnya hanya suka bermain layangan hingga lupa waktu dan bersepeda.
Selain itu, almarhum juga dikenal penurut dan manja kepada Marsilan. Sebelum meninggal dunia, Syaiful sempat mengkhatamkan Alquran.
"Anaknya baik, manja. Nakalnya ya biasa saja nakal anak-anak. Sering pangku saya kalau nonton televisi. Sampai sekarang masih terbayang-bayang dengan Syaiful," kata Marsilan, Jumat (22/6).
Di kalangan tetangga dan keluarga, pelaku juga tewas dikenal memiliki prilaku tempramen. Bahkan, pelaku juga kerap memukuli suaminya, Marliad, 35.
Masih menurut Marsilan, tersangka kerap memukuli suaminya. Biasanya, ketika sedang marah, Ani akan segera menutup pintu rumahnya. Di dalam rumah, entah apa yang dilakukan dia kepada suaminya.
Yang jelas, ketika keluar, kondisi Marliad sudah bisa dibilang kurang pantas. Di wajahnya sudah terdapat bekas tamparan dan cakaran. Hal tersebut menurut Marsilan, tidak sekali dua kali menimpa pedagang bakso tersebut.
"Sering seperti itu (Marliad dianiaya). Keluar kondisinya sudah mengenaskan," kata Marsilan.
Pernah Marsilan yang tinggalnya di dekat rumah keluarga Ani ini memberi peringatan kepada perempuan bertubuh besar tersebut. Dia minta agar kekerasan terhadap suami dan anaknya dihentikan.
Bukannya diindahkan, Marsilan dan beberapa saudara yang mencoba mengingatkan itu justru dimusuhi oleh Ani. Hingga akhirnya, tetangga tidak ada yang berani untuk ikut campur urusan mereka.
Di kalangan tetangga, Ani dikenal sebagai pribadi yang tertutup dan keras. Jarang bersosialisasi dengan lingkungan yang hanya berisi lima rumah itu.
Sementara itu, Ani Musrifah, 32, saat ditanyai di Mapolres Malang, tidak mau menjawab satu pun pertanyaan yang dilontarkan JawaPos.com. Dia hanya diam menunduk sambil menggelengkan kepala.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
