
Caption SEDIH: Marsilan, paman korban yang melaporkan kejadian ini ke polisi
JawaPos.com - Kisah hidup Syaiful Anvar, 8, bocah yang meninggal dunia di tangan ibu kandungnya, Ani Musrifah, 32, cukup mengundang haru. Bagaimana tidak, semasa hidupnya, dia kerap mendapatkan kekerasan dari Ani.
Hal ini diungkapkan oleh paman kandung korban, Marsilan, 50. Ditemui di rumahnya, Dusun Tempur, Desa Pagak, Kabupaten Malang, dia bercerita bahwa Ani kerap menyiksa dan memukuli anaknya.
Laki-laki yang tinggal berdekatan dengan rumah tersangka ini menjelaskan, Syaiful mendapatkan pukulan di tangan, kaki, bahkan kepala oleh ibu kandungnya.
Masalahnya, kadang sepele. Hanya karena anak sulung dari dua bersaudara itu sering bermain layangan.
Jika sudah marah, Ani akan menyeret Syaiful ke dalam rumah, kemudian memukuli bocah bertubuh kecil itu di dalam rumah. Dia juga mengunci pintu.
"Sering ponakan saya itu dipukuli, dibikin nangis tapi tidak separah kemarin," kata Marsilan, Kamis (21/6).
Perlakuan buruk Ani itu sudah menjadi rahasia umum di kampungnya. Tetangga yang juga saudara perempuan bertubuh besar itu pernah memperingatkan Ani. Namun, bukannya diindahkan, mereka justru dimusuhi Ani.
"Orangnya memang keras, tempramen. Pernah diingatkan, tapi kami malah diajak bertengkar. Jadinya nggak akur dengan saudara. Saya termasuk yang tidak disapa," kata Marsilan, dalam bahasa Madura bercampur Jawa.
Sekarang, Syaiful yang dikenal pendiam dan manja kepada Marsilan ini sudah terbebas dari pukulan ibunya. Pasalnya, bocah malang itu sudah kembali ke penciptanya.
Dia meninggal dunia usai mendapatkan pukulan bertubi-tubi di tubuhnya, yang dilakukan Ani, Selasa (19/6) petang. Alasannya, Syaiful mengambil uang Ani sebesar Rp 51 ribu.
Saat otopsi, ditemukan adanya luka di kepala, tangan, kaki, bekas gigitan dan luka pada dada. Hidung kiri korban juga mengeluarkan cairan kuning. Diduga berasal dari otak.
Sebelum meninggal dunia, sang bocah terjatuh tiga kali, merasa pusing hingga akhirnya kejang. Dia dibawa ke Puskesmas Pagak untuk mendapatkan perawatan. Namun kemudian dirujuk ke RS Hasta. Karena peralatan terbatas, akhirnya dia dirujuk ke RSUD Kanjuruhan. Sayang, nyawanya tidak tertolong, Rabu (20/6) dini hari.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
