Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 22 Juni 2018 | 09.50 WIB

Semasa Hidup, Syaiful Kerap Dipukuli Ibu Kandungnya

Caption  SEDIH: Marsilan, paman korban yang melaporkan kejadian ini ke polisi - Image

Caption  SEDIH: Marsilan, paman korban yang melaporkan kejadian ini ke polisi

JawaPos.com - Kisah hidup Syaiful Anvar, 8, bocah yang meninggal dunia di tangan ibu kandungnya, Ani Musrifah, 32, cukup mengundang haru. Bagaimana tidak, semasa hidupnya, dia kerap mendapatkan kekerasan dari Ani. 


Hal ini diungkapkan oleh paman kandung korban, Marsilan, 50. Ditemui di rumahnya, Dusun Tempur, Desa Pagak, Kabupaten Malang, dia bercerita bahwa Ani kerap menyiksa dan memukuli anaknya. 


Laki-laki yang tinggal berdekatan dengan rumah tersangka ini menjelaskan, Syaiful mendapatkan pukulan di tangan, kaki, bahkan kepala oleh ibu kandungnya. 


Masalahnya, kadang sepele. Hanya karena anak sulung dari dua bersaudara itu sering bermain layangan. 


Jika sudah marah, Ani akan menyeret Syaiful ke dalam rumah, kemudian memukuli bocah bertubuh kecil itu di dalam rumah. Dia juga mengunci pintu. 


"Sering ponakan saya itu dipukuli, dibikin nangis tapi tidak separah kemarin," kata Marsilan, Kamis (21/6).


Perlakuan buruk Ani itu sudah menjadi rahasia umum di kampungnya. Tetangga yang juga saudara perempuan bertubuh besar itu pernah memperingatkan Ani. Namun, bukannya diindahkan, mereka justru dimusuhi Ani. 


"Orangnya memang keras, tempramen. Pernah diingatkan, tapi kami malah diajak bertengkar. Jadinya nggak akur dengan saudara. Saya termasuk yang tidak disapa," kata Marsilan, dalam bahasa Madura bercampur Jawa. 


Sekarang, Syaiful yang dikenal pendiam dan manja kepada Marsilan ini sudah terbebas dari pukulan ibunya. Pasalnya, bocah malang itu sudah kembali ke penciptanya. 


Dia meninggal dunia usai mendapatkan pukulan bertubi-tubi di tubuhnya, yang dilakukan Ani, Selasa (19/6) petang. Alasannya, Syaiful mengambil uang Ani sebesar Rp 51 ribu. 


Saat otopsi, ditemukan adanya luka di kepala, tangan, kaki, bekas gigitan dan luka pada dada. Hidung kiri korban juga mengeluarkan cairan kuning. Diduga berasal dari otak. 


Sebelum meninggal dunia, sang bocah terjatuh tiga kali, merasa pusing hingga akhirnya kejang. Dia dibawa ke Puskesmas Pagak untuk mendapatkan perawatan. Namun kemudian dirujuk ke RS Hasta. Karena peralatan terbatas, akhirnya dia dirujuk ke RSUD Kanjuruhan. Sayang, nyawanya tidak tertolong, Rabu (20/6) dini hari.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore