Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Juni 2018 | 23.06 WIB

Kritik Jokowi: Hanura: Kenapa Prabowo Ribut Saat Mau Nyapres

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto, di sela-sela HUT partai yang didiirikannya, Sabtu (10/2) - Image

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto, di sela-sela HUT partai yang didiirikannya, Sabtu (10/2)


JawaPos.com - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum berpihak kepada rakyat. Karena saat ini rakyat belum bisa menikmati hasil kekayaannya lantaran hanya dinikmati oleh asing.


Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Inas Nasrullah mempertanyakan kenapa baru saat ini Prabowo Subianto menyampaikan kritikannya. Kenapa tidak dari dulu saat Presiden kedua Soeharto berkuasa. Saat kekayaan Indonesia digadaikan oleh asing.


"Ini kan buah yang ditanam mertuanya (Soeharto). Kenapa baru ribut ketika dia mau nyapres," ujar Inas saat dihubungi, Kamis (21/6).


Menurut Inas, apa yang dilakukan oleh mantan Danjen Kopassus ini sudah patah semangat dalam menghadapi Jokowi di 2019. Sehingga dia menyampaikan kritikan tersebut.


"Semua ini penyebabnya kegalauan Prabowo yang tidak menghadapi Jokowi, atau dengan kata lain hopeless," katanya.


Oleh sebab itu Inas mengaku yakin, apa yang dilakukan oleh Prabowo Subianto adalah sebuah strategi di Pilpres. Sehingga cara itu dipakai guna mengalahkan Jokowi.


"Iya pastilah (manuver politik), harus waspada itu adalah upaya menelikung dalam lipatan kertas," pungkasnya.


Sebelumnya, dalam akun Facebook miliknya, Ketua Umum Partai Gerindra‎ Prabowo Subianto menyampaikan kritikannya. Dia menyebut bahwa kondisi bangsa Indonesia saat ini berada di arah dan jalur yang salah dan dalam kondisi lemah.


Prabowo mengungkapkan, masalah yang saat ini dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah karena tidak setianya terhadap Pancasila dan UUD 1945. Ia pun mengaku saat ini banyak yang menggunakan Pancasila dan UUD 1945 sebagai mantera dan slogan semata. Namun, hakekatnya tidak dipahami dan tidak mau dilaksanakan.


Prabowo mencontohkan, bagaimana bisa dikatakan keadilan sosial jika yang menguasai kekayaan negara hanya segelintir orang saja. Prabowo menyebut selama ini yang menikmati kekayaan negara tidak kurang dari satu persen.


Selain itu, Prabowo juga menyindir keluhan pemerintah Jokowi-JK yang kerap menyebut anggaran terbatas. Bahkan ia juga menyebut utang yang dipakai untuk menggaji pegawai malah justru membuat terus miskin.


Mantan Danjen Kopassus tersebut mengatakan, sumber-sumber ekonomi bangsa Indonesia telah lepas kendali dari penguasaan negara. Ia menilai kondisi tersebut mengakibatkan Indonesia dalam keadaan lemah.


Oleh sebab itu dia berpesan kepada pemerintah untuk berpijak kepada Pasal 33 UUD 1945, yakni kekayaan alam yang terkandung di dalamnya harus dikuasai oleh negara.‎



Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore