
Ketua Majelis Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad.
JawaPos.com - Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sufmi Dasco Ahmad ikut angkat bicara soal aksi penyerangan yang dilakukan anggota Komisi III DPR Herman Hery kepada pasangan suami istri (pasutri). Namun, saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak kepolisian.
"Apakah itu benar anggota DPR, yang diduga anggota DPR itu benar atau tidak," kata pria yang akrab disapa Dasco ini kepada wartawan, Kamis (21/6).
Menurut Dasco, sampai saat ini belum ada pihak yang melaporkan aksi penyerangan kader PDIP itu kepada MKD. Kendati demikian, pihaknya akan tetap melakukan penyidikan, lantaran kasus ini telah menjadi sorotan publik.
"Karena ini hal yang menarik perhatian publik, ya kmai akan tindak lanjuti nanti dengan kami koordinasi," ujar Dasco.
Namun, Dasco masih enggan membeberkan sanksi yang kemungkinan akan dijatuhkan pada Herman, jika terbukti melanggar etika dewan. Sebab, menurut Dasco, kasus penyerangan oleh anggota dewan baru pertama kali ini terjadi.
"Belum ada kejadian kan, ini baru pertama yang gebuk-gebuk ini. Nanti kami cek lagi, kan harus didengar secara fisik saksinya, korbannya hadir," ucapnya.
Atas dasar itu, Dasco menyebut dalam waktu dekat ini, pihaknya akan bergerak untuk melakukan penyidikan mengenai pelanggaran kode etik yang dilakukan anggotanya. "Nanti minggu depan kami baru aktif," pungkasnya.
Sebagai informasi, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Herman Hery dan seorang ajudannya dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan. Keduanya diduga melakukan penganiayaan terhadap Ronny Yuniarto dan istrinya pada Minggu (10/6).
Kuasa hukum Ronny, Febby Sagita mengatakan kejadian bermula saat Ronny bersama istri dan dua anaknya tengah melintas di Jalan arteri Pondok Indah. Saat itu Ronny membawa kendaraannya melaju di jalur busway.
Akibatnya sekitar 21.30 WIB, petugas kepolisian yang sedang berjaga menilang Ronny. Pada saat itu kendaraan Herman dengan nomor polisi B88NTT tepat berada di belakang kendaraan korban yang sedang ditilang.
Entah karena kesal menunggu proses tilang kendaraan Ronny, tiba-tiba pelaku menghampiri korban dan langsung memukul di bagian wajah.
"Enggak lama pelaku keluar langsung dari mobil dan ngomong 'mau apa kamu?' Sambil pakai tangan ke muka korban (memukul) kemudian korban reflek mencoba balas," ujar Febby kepada JawaPos.com, Kamis (21/6).
Tak terima dipukul, korban pun balas memukul anggota DPR RI itu. Sontak hal itu memancing kemarahan ajudan Herman. Si pengawal langsung ikut memukul korban hingga terjadi pengeroyokan.
Istri korban yang melihat kejadian ini tak tinggal diam. Dia langsung turun dari kendaraan dan hendak melerai pertikaian. Namun, bukannya situasi mereda, malah dia pun ikut dipukul oleh pelaku dan ajudannya.
"Waktu itu sudah melakukan pembalasan, si ajudannya pelaku itu langsung memukul kemudian mereka berdua bersama-sama melakukan pengeroyokan. Kemudian istri korban coba melerai, tapi istri korban malah ikut dipukul," terang Febby.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
