
Novel Baswedan saat menyambut kedatangan awak media di kediamannya di Kelapa Gading Jakarta Utara, Selasa (27/2)
JawaPos.com - Satu tahun dua bulan kasus penyerangan terhadap Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang. Terbukti dengan belum ditemukannya pelaku penyerangan hingga sampai saat ini.
Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan jika kasus tersebut belum juga mempunyai perkembangan terbaru.
“Sejauh ini belum ada informasi ditemukannya tersangka penyerangan. Kemarin informasi yang saya dapatkan dari WP (Wadah Pegawai) setelah silaturahmi ke rumah Novel, memang belum ada perkembangan terbaru,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (21/6).
Dengan belum adanya perkembangan baru terkait penyelidikan kasus Novel, pihak KPK menurutnya, kini sedang menghadapi tantangan dari kasus yang menimpa Novel, yakni semangat untuk melawan lupa. Selain itu, Febri juga menambahkan jika lembaga antirasuah akan menghormati setiap tindakan Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan kasus ini ke depannya.
“Salah satu tantangan dari kasus-kasus seperti ini adalah semangat kita untuk terus melawan lupa dan kalau memang nanti setelah Idul Fitri Presiden memandang perlu melakukan hal-hal lain tentu kita hormati bersama,” tukasnya.
Sekadar informasi, penyerangan terhadap Novel merupakan pukulan bagi lembaga antirasuah karena dia merupakan salah satu penyidik handal yang membantu pemberantasan korupsi. KPK pun berharap tersangka penyerangan yang terjadi pada waktu Subuh di 11 April 2017 lalu cepat ditemukan.
Novel Baswedan disiram air keras oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk alasan yang belum diketahui. Namun demikian dalam kurun waktu satu tahun lebih dua bulan usai kejadian penyiraman air keras tersebut, Polri masih belum juga mampu mengungkap siapa dalang dibalik penyerangan hingga saat ini.
Untuk membantu pengungkapan kasus ini, Komnas HAM sudah membentuk tim khusus agar dapat membantu menemukan jalan keluar dalam menyelesaikan kasus penyerangan Novel.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
