
Kamp pengungsi Rohingya di rawa-rawa rawan banjir dan longsor
JawaPos.com - Di Bangladesh terdapat kamp pengungsi terbesar di dunia yang dikenal sebagai perangkap kematian bagi pengungsi Rohingya yang tinggal di sana. Seperti dilansir Daily Mirror pada Selasa (19/6), foto-foto terbaru beredar saat musim hujan menambah keprihatinan bagi mereka yang melihat kondisi pengungsi Rohingya di Bangladesh.
Saat hujan menghantam atap tipis seadanya, jalan tanah liat kamp pengungsi terbesar di dunia itu berubah menjadi rawa-rawa. Kota sementara ini dirakit bersama dalam waktu kurang dari setahun dengan batang bambu, potongan terpal, dan benang. Tempat tinggal yang bisa roboh setiap saat.
Kamp yang mengenaskan ini menampung sekitar 700 ribu pengungsi. Puluhan orang tewas dalam beberapa hari terakhir, termasuk seorang bocah dua tahun yang meninggal karena tertindih tembok lumpur yang runtuh.
Relawan dari Islandia, Hildur Sveinsdottir mengatakan, kecelakaan bisa terjadi setiap hari. "Patah tulang merupakan hal yang sangat biasa bagi kami," katanya.
Misalnya, Mohammad Ayas yang berusia sembilan bulan. Anak laki-laki kecil yang tak berdaya itu mematahkan tulang pahanya ketika dia jatuh dari salah satu lereng berbahaya di antara tenda pengungsi.
Sebagian besar penyakit juga menular lewat air. Para ahli mengatakan lebih dari 200 ribu orang berada pada risiko tinggi mengalami bencana tanah longsor dan banjir di bulan-bulan musim hujan mendatang.
Lebih dari 1.000 tempat penampungan telah dihancurkan ketika sungai-sungai berair cokelat melintas melalui gang-gang sempit di kamp. Satu jam dari kota Cox's Bazar, di pantai tenggara Bangladesh.
Dibantu oleh relawan, pengungsi Rohingya menggali parit-parit drainase dan memperkuat tempat perlindungan mereka. Tidak pernah ada momen tenang bagi para dokter Palang Merah yang berdedikasi membantu mereka.
Hildur mengatakan, para pengungsi memiliki masalah pernapasan, kekurangan gizi, dehidrasi, dan infeksi yang berubah menjadi abses karena air yang digunakan untuk membersihkan luka malah air kotor. "Sudah ada campak dan TBC. Mereka ingin mandi dan mereka ingin menjaga diri, tetapi kebersihannya di sini sangat buruk."
Di bangsal anak ada 15 tempat tidur untuk bayi prematur yang sangat kecil. Banyak bayi yang lahir prematur.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
