Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Juni 2018 | 08.00 WIB

Gara-gara Iwan Bule Jadi Pj Gubernur, FUIB Bakal Demo di Depan Istana

Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Komjen Pol Mochamad Iriawan resmi dilantik sebagai Penjabat Gubernur (Pj) Jawa Barat oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, Senin (18/6). - Image

Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Komjen Pol Mochamad Iriawan resmi dilantik sebagai Penjabat Gubernur (Pj) Jawa Barat oleh Mendagri Tjahjo Kumolo, Senin (18/6).

JawaPos.com - Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) telah memutuskan untuk mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencopot Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Sebab, kader PDIP itu dinilai telah melanggar konstitusi dengan melantik Komjen Pol Iriawan alias Iwan Bule menjadi penjabat Gubernur Jawa Barat.


Bahkan, Ketua DPP FUIB Rahmat Himran menyebut, pihaknya akan melakukan demonstrasi massa bersama elemen organisasi masyarakat sampai Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) perguruan tinggi. Nantinya, mereka akan menggelar aksi demo di depan gedung DPR, Istana Negara sampai gedung mendagri.


"Setelah konferensi pers hari ini kami akan melakukan konsolidasi nasional bersama seluruh OKP-OKP PI maupun Badan Eksekutif Mahasiswa untuk menggelar aksi demo pada hari Jumat besok," ucap Rahmat saat menggelar keterangan pers terkait penunjukan Komjen Pol Iriawan menjadi PJ Gubernur Jawa Barat, di Jalan Raya Menteng, Menteng, Jakarta Pusat (19/6/2018).


Tak hanya itu, Rahmat mengklain, pihaknya telah berhasil mengkonfirmasi beberapa BEM dari berbagai universitas di Jakarta untuk mengikuti aksi demonstrasi selepas Salat Jumat itu. Misalnya saja, BEM Universitas Indonesia sudah mengkonfirmasi ikut melakukan aksi.


"Sampai pada hari ini sudah ada beberapa BEM yang mengkonfirmasi kepada kita untuk sama menyatukan visi dengan kita secara terang-terangan BEM dari UI menyatakan sikap yang sama dengan FUIB untuk mendesak presiden mencopot Tjahjo Kumolo," cetus Rahmat.


Rahmat pun meyakini, nantinya demonstrasi itu akan dihadiri sampai 3000 ribu massa yang terhimpun dari berbagai elemen masyarakat. Ia menyebut, saat ini masih terus mengumpulkan massa yang ingin ikut bergabung dalam demonstrasi itu.


"Yang penting kami menyampaikan aspirasi. Mau didengar atau tidak didengar itu keputusan Presiden sebagai kepala negara," tutupnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore