Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 20 Juni 2018 | 02.10 WIB

Fenomena 15 Tahunan, Bumi dan Mars akan Sentuh Jarak Terdekat

Ilustrasi: Bumi (kiri) dan planet Mars dalam fenomena alam Perihelic Opposition. - Image

Ilustrasi: Bumi (kiri) dan planet Mars dalam fenomena alam Perihelic Opposition.

JawaPos.com – Penduduk Bumi alias manusia akan kehadiran fenomena alam 15 tahunan pada Juli mendatang. Fenomena tersebut membuat planet Mars berada di titik terdekatnya dengan Bumi. Saking dekatnya, planet merah itu bahkan bisa ditilik dengan mata telanjang dari Bumi.

Melansir laman Time, Selasa (19/6), fenomena alam unik ini terakhir terjadi pada 2003 lalu yang dikenal dengan istilah Mars Close Approach atau Perihelic Opposition. Akibat fenomena alam tersebut, setidaknya selama enam minggu ke depan, planet Mars akan tampak lebih dekat dengan Bumi dan terlihat lebih terang dari biasanya.

Menurut Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA), fenomena Oposisi Mars memungkinkan sebagian besar malam pada 31 Juli nanti, planet Mars akan terlihat oleh mata telanjang. Planet Mars akan tampak dekat di langit, mencapai titik tertinggi 35 derajat di atas cakrawala selatan sekitar tengah malam.

Puncak jarak terdekat antara Bumi dengan Mars akan menyentuh 35,8 juta mil. Jarak terdekat tersebut membuat Mars akan tampak jelas dari Bumi.

Pada hari-hari sebelum Mars Close Approach, antara 27 hingga 30 Juli, planet ini akan menyaingi Matahari dan akan terlihat sekitar tiga kali lebih terang di langit daripada biasanya. Oleh karena posisinya yang bertentangan itu, maka fenomena ini dikenal dengan istilah Opposition atau penentang.

Lepas dari bulan Juli dan masuk pertengahan Agustus, Mars akan kembali bergerak menjauh dari Bumi. Menurut NASA, Mars tidak akan sedekat ini lagi dengan Bumi sampai 15 September 2035 mendatang.

Dean Regas, seorang astronom di Observatorium Cincinatti, mengatakan kepada Mother Nature Network bahwa Mars akan mudah terlihat dengan mata telanjang. “Bahkan, Anda akan sulit sekali melewatkannya. Ini akan terlihat seperti suar cahaya oranye yang bersinar di tenggara setelah matahari terbenam,” ungkapnya.

“Ini akan jauh lebih terang daripada bintang mana pun, lebih terang dari Jupiter, hampir sama terangnya dengan Venus. Dan Anda akan melihatnya setiap malam selama beberapa pekan ke depan,” pungkasnya.

Editor: Fersita Felicia Facette
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore