
Tiga fraksi di DPR, yakni PKS, Gerindra, dan Demokrat mengusulkan hak angket untuk Presiden Joko Widodo (tengah) atas pelantikan Komjen Pol Mochamad Iriawan sebagai Pj Gubernur Jawa Barat.
JawaPos.com – Tiga fraksi di DPR yakni Gerindra, PKS dan Demokrat mewacanakan hak angket terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi dinilai sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas dipilihnya Komjen Pol Mochamad Iriawan sebagai Pj Gubernur Jabar.
Menanggapi wacana itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Baidowi mengatakan, pihaknya tidak akan ikut menggulirkan hak angket. PPP lebih menggunakan cara kedewanan seperti memanggil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.
"PPP lebih memilih menggunakan forum Komisi II untuk memanggil Mendagri. (Tjahjo) Dimintai penjelasan," ujar Baidowi saat dihubungi, Selasa (19/6).
Menurut anggota Komisi II DPR ini, wacana hak angket yang diusung tiga fraksi tersebut sangat kental nuansa politis. Sehingga PPP lebih memilih cara meminta penjelasan kepada Mendagri Tjahjo Kumolo dalam pelantikan Iriawan.
"Forum (angket) tersebut tidak fair. Terlalu dominan nuansa politiknya," katanya.
Baidowi mengatakan, jika penjelasan Mendagri Tjahjo Kumolo sudah dianggap cukup oleh DPR, maka sebenarnya tidak diperlukan lagi angket terhadap Presiden Jokowi. "Jika (dari) penjelasan Mendagri persoalannya dianggap selesai (tidak perlu angket). Sebaliknya, jika persoalan dianggap tidak selesai, maka bisa diambil langkah lanjutan," pungkasnya.
Sebelumnya tiga fraksi di DPR mengusulkan hak angket atas pelantikan Iwan Bule sebagai Pj Gubernur Jabar. Mereka yakni Fraksi PKS, Fraksi Gerindra, dan Fraksi Demokrat.
Sementara itu, petinggi Golkar Ace Hasan Syadzily menilai usulan ketiga fraksi untuk menggulirkan hak angket berlebihan. Menurutnya, DPR melalui Komisi II cukup memanggil Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo untuk memberikan penjelasan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
