
Ilustrasi kepadatan kendaraan di jalan tol.
JawaPos.com - Lonjakan pengguna jalan tol Surabaya-Mojokerto terjadi pada Minggu (17/6). Tepatnya di gerbang tol Waru Gunung, Karang Pilang, Surabaya. Dilaporkan, kemacetan mencapai 3-4 km sejak menjelang sore hari. Kemacetan makin menjadi karena uang elektronik tak bisa digunakan.
Situasi di gerbang Tol Waru Gunung makin rumit ketika antrean terjadi sejak siang. Pengemudi yang tidak sabar, lantas menggeser blokade jalan di pintu tol Bandar. Ada kabar yang mengatakan kalau hal itu sudah diketahui oleh petugas jalan tol. Namun, konsekuensi dari menggeser blokade jalan yang tidak tersampaikan. Yakni, pengguna harus membayar tunai untuk keluar tol.
Manajer Operasi PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (JSM) Erfan Affandi mengatakan, banyak kendaraan yang tidak menempelkan uang elektronik di pintu masuk. Jadinya, sistem tidak mengenali darimana kartu yang digunakan itu masuk tol. "Sehingga, pengendara tidak terdeteksi asal gerbang masuknya," kata Erfan dihubungi JawaPos.com, Minggu (17/6).
Erfan menjelaskan, kartu uang elektronik tidak dapat mendeteksi jumlah tarif jika belum ditempelkan di pintu masuk. Itulah kenapa, pengendara harus membayar tol secara tunai sebesar Rp 82 ribu bagi pengendara yang masuk dari Tol Bandar. "Jadi solusinya, kami tanya pengendara masuknya dari gerbang mana. Ya, silakan bayar tunai," jelas Erfan.
Saat ini, Erfan belum dapat mengonfirmasi jumlah pengendara yang terpaksa membayar tunai. Dia hanya menyebutkan pengalihan arus lalu lintas yang menjadi penyebabnya kemacetan dan perubahan pola pembayaran. Selain itu, dia juga memastikan jika pengalihan arus yang membuat kartu uang elektronik tidak ditempel ke mesin adalah kebijakan JSM.
Katanya, kondisi tol Wilangan sempat sangat padat sehingga memerlukan pengalihan arus. Lantas, pihaknya mengalihkan kendaraan ke tol Mojokerto-Kertosono yang digarap Marga Harjaya Infrastruktur. Saat dialihkan, memang tidak membuat kartu elektronik ditempel ke mesin pembaca. Itulah sebabnya, saat kendaraan yang keluar dari tol Waru Gunung membludak, terjadi kemacetan luar biasa.
"Mereka (pengendara) tidak melewati gardu dan tidak nge-tap," katanya. Supaya bisa keluar, harus membayar secara tunai. Banyak pengendara yang mengaku kesulitan karena tidak disosialisasikan terlebih dahulu. Selama ini, pengendara tahunya kalau lewat tol, harus membayar lewat uang elektronik.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
