Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 Juni 2018 | 02.00 WIB

Begini Kondisi Terkini Mata Novel Baswedan Pasca Disiram Air Keras

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terus berusaha memulihkan kondisi mata kirinya paska disiram air keras. - Image

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terus berusaha memulihkan kondisi mata kirinya paska disiram air keras.

JawaPos.com - Pasca insiden penyiraman air keras, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mengalami luka berat. Luka terparah terjadi pada bagian mata sebelah kiri.


Novel telah melalui pengobatan intensif hingga dirawat di luar negeri. Saat ini mata kirinya sudah dipasangi beberapa organ buatan guna menggantikan organ yang rusak akibat air keras.


"Pengobatan mata kiri saya sudah selesai untuk menempatkan organ-organ buatan atau organ-organ artifisial di mata kiri saya," ujar Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (17/6).


Setelah beberapa kali menjalani operasi, Novel mengaku mata kirinya sudah bisa mulai melihat lagi. Namun, penglihatannya itu masih sangat terbatas.


Novel menuturkan butuh beberapa perawatan lagi agar saraf matanya menguat. Maka sebelum dinyatakan benar-benar pulih oleh dokter, ia masih enggan memaksanakan fungsi mata kirinya.


"Sekarang ini saya bisa melihat sedikit di mata kiri. Tentunya masih ditunggu dalam beberapa perawatan, beberapa kontrol, karena saraf di mata kiri saya masih lemah. Jadi, belum bisa dipaksakan untuk melihat," jelas Novel.


Akan tetapi, kondisi mata kanannya rupanya terdampak reaksi bahan kimia saat menjalani pengobatan. Pada selaput kornea mata kanan, muncul bercak-bercak putih.


Efeknya pandangannya menjadi sedikit buram. "Akibat luka carut itu maka selaput kornea muncul bercak-bercak putih. Seperti sekarang ini saya melihat saudara-saudara semuanya nampak seperti berkabut padahal Jakarta tidak berkabut," imbuh Novel.


Guna menjaga penglihatannya tetap berfungsi dengan baik, saat ini mata Novel dibantu dengan hard lens. Perangkat ini berguna meredam keburaman yang terjadi di matanya.


"Saya menggunakan hard lens di dalamnya. Kalau saya tidak menggunakan hard lens maka penglihatan saya semakin buram, semakin tidak jelas," pungkas Novel.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore