
Mladen Krstajic percaya persatuan skuadnya bisa memberi kesuksesan.
JawaPos.com - Bagi pelatih Timnas Serbia, Mladen Krstajic, Piala Dunia 2018 terasa sangat berbeda. Karena untuk kali pertama dia merasakan atmosfer Piala Dunia bersama Serbia dengan status negara merdeka. Krstajic terakhir kali merasakan Piala Dunia di edisi 2006 saat negaranya masih bernama Serbia dan Montenegro.
Karena itu, dia merasakan suasana yang jauh berbeda dibandingkan dengan 12 tahun silam. Saat ini, para pemain punya kesatuan yang lebih kuat. Tak ada lagi perbedaan yang menjadi friksi internal di dalam tim. Seperti yang dirasakannya saat bermain di Piala Dunia 2006.
"Untuk kali pertama setelah sekian lama, kami punya sebuah grup yang bagus dalam persatuan di dalam tim. Ini memberi kami kekuatan dan membuat kami optimistis menghadapi laga pertama kontra Kosta Rika," ucap Krstajic di laman resmi FIFA.
Menurut Krstajic, Kosta Rika adalah tim yang berpengalaman dan mereka telah bersama dalam waktu yang lama. Namun, Serbia juga punya barisan pemain yang mumpuni. Terutama berasal dari pemain-pemain andalan di sejumlah klub besar Eropa.
"Kosta Rika punya kualitas, mereka juga diperkuat sejumlah pemain berpengalaman. Tapi kami percaya kepada persatuan tim ini. Kami juga punya pemain berkualitas, pemain yang punya peran besar di klub-klub besar. Kami semua paham bahwa laga pertama ini sangat penting," lanjut Krstajic.
Pelatih 44 tahun ini pun menyiapkan satu senjata andalan yang bisa membuat Serbia meraih hasil positif di laga malam nanti. Senjata itu tak lain dari kombinasi apik antara Sergej Milinkovic-Savic dan Nemanja Matic di lini tengah. Keduanya menjadi motor untuk membuat kerja Aleksandar Mitrovic di lini depan menjadi lebih mudah.
Trio andalan Serbia itu bakal jadi andalan untuk mengalahkan Kosta Rika. Mitrovic sendiri tengah berada dalam form terbaik belakangan ini. Boleh jadi striker Newcastle United ini bakal jadi pembeda bagi Serbia saat menghadapi Kosta Rika.
Krstajic hanya mengingatkan, semua kelebihan yang dimiliki para pemain Serbia tak akan ada artinya tanpa sebuah persatuan. Ketika ada grup-grup kecil di dalam timnya, itu justru yang akan membuat mereka mengalami kegagalan.
"Setiap orang bisa berbicara apa saja, tapi kualitas individu maupun tim tidak akan berarti apa pun jika masih ada klan di dalam tim. Jika ada hal tersebut, yang mana kami sudah tak memilikinya lagi, semuanya akan berakhir," pungkas Krstajic

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
