
Pemain Film Insya Allah Sah 2: Raka, Nirina Zubir, dan Donny Alamsyah saat berkunjung ke kantor Jawa Pos, Jakarta, Senin (4/6).
JawaPos.com - Momen lebaran biasanya identik dengan mudik ke kampung halaman bertemu sanak saudara. Ogah terkekang tradisi mudik, Nirina mengaku sudah biasa jika lebarannya tidak berkumpul keluarga besarnya lengkap.
"Orang tuaku di Malang, keluarga Ernest di Jakarta, aku sama Ernest dan anak ke Bandung malah lebaran, nengokin restoran," kata Nirina Zubir saat berkunjung ke kantor Jawa Pos belum lama ini.
Bukan karena tidak menghargai momen kebersamaan dan tradisi lebaran, baginya hal tersebut dapat dilakukan tidak pada hari H lebaran. Nirina bukan tipe yang memaksakan harus berangkat di hari lebarannya.
"Buat kita ya udah deh kalau bisa ketemu pas lebaran ya bersyukur, tapi kalau nggak, ya kita jadwalin tahun ini bakal ketemu. Aku pengen banget sih mengedukasi bahwa lebaran itu bukan paksaan harus pulang, jadi realistis aja. Kalau misal lagi nggak ada budgetnya, nggak harus maksain jual ini itu untuk belain bisa mudik gitu, kan toh momen kebersamaan itu bisa kapan aja," ungkap Nirina.
Memaksakan diri hingga menjual atau menggadaikan berbagai hal sering ditemui Nirina dilakukan orang-orang sekitarnya. Nirina menyayangkan hal tersebut dan berandai setiap orang tidak merasa berkecil hati atau menjadi cibiran orang jika tidak mudik ke kampung halaman orang tua saat lebaran.
"Memang mungkin afdolnya pas lagi lebaran (silaturahim maaf-maafan di tempat mudik) Tapi kan kita ngeh kalau lebaran harga tiket mahalnya berkali-kali lipat. Pengen banget nggak ada pressure juga buat orang-orang lain yang nggak pulang," lanjutnya.
Diakuinya, saat dia syuting di Padang belum lama ini, dia sempat berbagi cerita dengan orang di sana. Mereka yang tidak mudik banyak yang merasa malu dan menjadi cibiran orang.
"Kemarin sempat syuting di Padang, terus cerita orang-orang kalau nggak pulang (mudik) malu, jadi cibiran orang. Rasanya pengen banget tuh mengedukasi segala sesuatu jangan dipaksain," paparnya sedikit kesal.
Dia merasa beruntung karena telah membiasakan diri sejak dulu untuk tidak memaksakan diri. Momen lebaran, intinya bukan mudik, melainkan menjaga silaturahim.
"Aku sekarang udah ngebiasain banget kalau nggak bisa ketemu sekarang (lebaran) ya nggak apa-apa. Penting, kita usahain ketemu meski nggak di momen seharusnya," tukasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
