
Sejumlah kendaraan melintasi jembatan Kalikuto, Jawa Tengah. Jembatan ini sudah bisa beroperasi saat arus balik.
JawaPos.com - Setelah hampir tidak ada masalah besar terkait dengan pengaturan mudik, arus balik bakal menjadi tantangan yang lebih berat. Pengunjung libur yang hampir bersamaan bisa mengakibatkan penumpukan arus balik.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan, persoalan yang terjadi pada arus balik berpotensi lebih besar. Jika arus mudik berlangsung pada 9-14 Juni, arus balik hanya terjadi pada rentang 17-20 Juni.
Jika merujuk pengalaman sebelumnya, masyarakat mungkin memilih pulang pada hari akhir, yakni 19-20 Juni. Ada potensi peningkatan kepadatan arus lalu lintas. ''Untuk itu, saya minta jangan dipaksakan pulang tanggal segitu. Kalau memang bisa, pulang tanggal 17, hari Minggu,'' katanya di Istana Kepresidenan Bogor kemarin (15/6).
Selain itu, Tito menawarkan kepada pemudik, khususnya kalangan pegawai, untuk mengambil cuti pada 21-22 Juni. Selain bisa mempermudah pengaturan arus balik, masyarakat bisa menyambung libur dua hari setelahnya. ''Tanggal 23 dan 24 kan Sabtu-Minggu. Banyak pilihan bisa pulang,'' tambahnya.
Meski demikian, Tito menegaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan rencana jika pada 19-20 Juni menjadi puncak arus balik. Kepadatan lalu lintas diprediksi terjadi di wilayah Jawa Barat sampai Cikampek dan masuk ke Kota Jakarta.
Beberapa upaya yang bisa dilakukan, di antaranya, pemberlakuan one way dan penutupan pintu keluar tol dalam kota. ''Kalau tumpahan dari Cikarang padat sekali, pintu tol dalam kota kita tutup. Kita prioritaskan yang dari Cikampek. Setelah itu, kita pecahkan di pintu-pintu keluar,'' jelasnya.
Untuk jalur selatan Nagreg sampai Bandung, sejumlah opsi sudah disiapkan. Mulai pembuatan pagar betis hingga sistem buka tutup jalur. ''Sudah disiapkan Kapolda Jabar,'' tuturnya.
Tito juga telah menginstruksikan kepada Polda Lampung terkait kemungkinan arus balik warga Sumatera ke Jawa. ''Harus benar-benar konsentrasi untuk pelabuhan, jangan sampai terjadi sesuatu,'' papar mantan kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) tersebut.
Tito mengingatkan setiap personel Polri untuk lebih jeli menilai situasi di lapangan. Jika membahayakan, bisa dilakukan penindakan. Namun, petugas perlu melakukan penindakan yang persuasif. ''Polisi punya kewenangan diskresi dalam situasi di lapangan,'' tuturnya.
Sementara itu, pemudik masih melakukan aktivitas mudik saat hari H Lebaran kemarin (15/6). Beberapa moda transportasi masih menunjukkan kenaikan jumlah pemudik. Meski begitu, arus balik masih menjadi tantangan di depan mata.
Kemarin terlihat kepadatan di tol Jakarta-Cikampek. Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek berupaya mengurai kepadatan dari dampak bottle neck Km 37+800. Contra flow dimulai pukul 12.57 WIB. ''Contra flow berlaku dari Km 35+600 sampai Km 47 arah Cikampek,'' kata Senior Specialist Corporate Communications Jasa Marga Irra Susiyanti kemarin. Untuk mendukung kelancaran contra flow, Jasa Marga menyiagakan petugas dan menyiapkan rambu-rambu.
Contra flow tidak berlangsung lama. Tepat pukul 14.15 WIB contra flow dari Km 35+600 hingga Km 47 arah Cikampek dihentikan. Rekayasa tersebut berhasil memecah kepadatan menjelang rest area Km 39 arah Cikampek.
Selain pemberlakuan contra flow, untuk mendistribusikan lalin, Jasa Marga Cabang Jakarta-Cikampek mengalihkan arus kendaraan. Kendaraan dari Km 28 dialihkan keluar melalui GT Cikarang Barat 3, kemudian masuk kembali ke arah Cikampek melalui GT Cikarang Barat 1. ''Pengalihan arus kendaraan bersifat situasional,'' ungkap Media Relations Manager Jasa Marga Herald Galingga saat dihubungi Jawa Pos.
Di sisi lain, pada moda transportasi lain dalam musim Lebaran kali ini menunjukkan tren positif. Di sektor udara, kenaikan jumlah pesawat terlihat mulai H-8 hingga H-1, yakni sebesar 5,43 persen. Pada 2017, tercatat ada 17.436 pesawat hingga Lebaran. Kemarin jumlah keberangkatan pesawat mencapai 18.382 penerbangan. Pada angkutan laut juga menunjukkan kenaikan, yakni 3,36 persen. Peningkatan tersebut terlihat dari jumlah penumpang pada masa angkutan Lebaran yang mencapai 805.858 penumpang. Tahun lalu hanya 778.696 orang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
