
Sebagian pemain Iran terpaksa membeli sepatu sendiri gara-gara Nike hentikan suplai
JawaPos.com - Pelatih Timnas Iran, Carlos Queiroz, mengatakan bahwa sebagian pemainnya terpaksa membeli sepatu sendiri di toko-toko perlengkapan olahraga di Rusia. Selain itu, sebagian juga meminjam kepada rekannya. Itu sebagai imbas dari berhentinya suplai dari Nike selaku apparel tim.
Seperti diketahui, Nike mengumumkan pihaknya dilarang menyediakan sepatu ke Timnas Iran sepanjang Piala Dunia 2018 bergulir. Itu lantaran sanksi ekonomi dari Amerika Serikat ke Iran. Nike adalah perusahaan peralatan dan perlengkapan olahraga yang berpusat di Beaverton, Oregon, Amerika Serikat.
Keputusan mendadak itu dinilai Querioz sedikit memengaruhi persiapan tim. "Sebagian dari pemain saya terpaksa membeli sepatu di toko-toko olahraga yang ada di Rusia. Sedangkan sebagian lainnya memeinjam ke rekan satu tim," sebutnya seperti dilansir Sky Sports.
Mantan arsitek Real Madrid tersebut menegaskan bahwa Nike harus meminta maaf kepada Iran, terutama kepada pemain, staf, manajemen, dan pelatih Timnas. Maklum saja, seharusnya penghentian suplai tersebut tak dilakukan saat turnamen akan berlangsung. Pelatih asal Portugal itu menilai seharusnya Nike melakukannya jauh-jauh hari agar tak mengganggu persiapan tim.
"Semua orang paham akan sanksi. Tapi, apa yang dilakukan Nike menurut pandangan pribadi saya sangat tidak etis. Mereka harus meminta maaf karena secara tidak langsung mengganggu persiapan tim," imbuh Queiroz.
Terlepas dari itu, jelang melawan Maroko pada laga pertama mereka di Grup B, Jumat (15/6) malam WIB, Queiroz menegaskan tak masalah tak ada sepatu dari Nike. Dia menyebut timnya mengutamakan kolektivitas tim dan tak bertumpu pada teknologi sepatu Nike yang baru.
Bahkan, hal itu menjadi motivasi dan inspirasi bagi pemain untuk meraih hasil maksimal. "Apa yang kami alami akan menjadi inspirasi kami untuk meraih hasil terbaik," sebut Queiroz.
Queiroz yang sempat menjadi asisten Sir Alex Ferguson di Manchester United yakin dalam laga nanti para pemainnya bisa membuat kejutan. "Kami memiliki potensi untuk mengejutkan Maroko. Kami sangat mengenal tim mereka, tetapi saya kira mereka hanya tahu sedikit tentang kami," imbuhnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
