
Kru teater Imam Bonjol saat latihan.
JawaPos.com - Mimpi besar mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang untuk tampil di ujung Ramadan gagal total. Mereka yang semula diminta untuk menampilkan pertunjukan teater pada acara "Sumarak Syawal" pada Malam Takbiran Idul Fitri, Kamis (14/6) tiba-tiba tidak jadi unjuk kebolehan. Padahal mahasiswa yang tergabung dalam unit kegiatan mahasiswa (UKM) Teater Imam Bonjol (T-IB) itu sudah dua bulan latihan.
Ditengarai batalnya penampilan para pemain teater di UIN Iman Bonjol Padang itu, karena terjadinya kesalahpahaman antara pihak Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dengan Bidang Ekraf Dinas Pariwisata (Dispar) Sumbar.
Ketua Teater IB Padang Okky Syahputra menjelaskan, persoalan dengan pihak Ekraf Dispar Sumbar memuncak saat gladi resik (GR) di panggung halaman kantor Gubernur Sumbar. Kala itu, beberapa sound system dan mikropon tidak menyala. Alhasil bunyi yang dikeluarkan pun tidak utuh.
Lantas, Derliati selaku Kabid Ekraf naik ke panggung. Saat di atas panggung dia naik pitam. Dia dengan spontan memarahi kru teater Imam Bonjol. Padahal sebelumnya kru teater telah menyampaikan hal itu kepada pihak panitia.
"Kami punya harga diri. Kami dimarahi di depan umum padahal kesalahan bukan dari kami. Ini bukan kali pertama Kabid Ekraf mengintervensi, sejak sesi awal latihan sudah begitu," kata Okky, Kamis malam (14/6).
Setelah itu, pihak Dinas Pariwisata Sumbar menambah bentuk kegiatan pementasan yang diselipkan pada jadwal penampilan teater. Padahal pihak teater sudah lebih dari dua bulan melakukan latihan. Mereka lahtian siang dan malam untuk suksesnya penyambutan 1 syawal bersama Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.
"Jika penambahan seharusnya jauh-jauh hari. Ini ada penambahan, kami diminta menyesuaikan. Ketika ada bunyi sumbang ulah sound dan mic, kami yang dimaki-maki," ujar Okky.
Semula teater Iman Bonjol akan mengisi dua kegiatan. Pertama, musikalisasi berjudul "Muhammad" dan pementasan sosial keagamaan.
"Naskah sudah, latihan sudah, bahkan kami berikan puisi untuk dibacakan oleh Gubernur, Wakil Gubernur dan Pjs wali kota Padang. Kami juga bersedia mendampingi kepala daerah menghayati puisi sebelum tampil," sebutnya.
Pembina Teater Iman Bonjol Padang Firdaus Diezo menambahkan, saat masalah itu terjadi Kabid Ekraf Derliati melontarkan kata-kata tak beretika. "Dia bilang, kalau tidak pandai main musik turun," kata Diezo.
Semprotan kata panas itu dianggap sebagai ungkapan yang merendahkan kelas teater Imam Bonjol Padang. "Perlu kami jelaskan, teater Imam Bonjol Padang yang sudah berkali-kali mewakili Sumbar untuk Peksiminas. Nah, di acara ini kontrak kerja sama tidak jelas, anggaran dinego karena panitia juga butuh makan sebanyak 20 orang. Dari situ kami mulai curiga ini acara gak beres," katanya.
Atas insiden itu, keluarga besar teater Imam Bonjol Padang mendesak Gubernur dan Wakil Gubernur menyelesaikan persoalan ini. "Dua bulan lebih mereka latihan, karena ulah satu oknum, batal tampil jadinya. Kami juga punya rekaman setiap kali pertemuan dengan Kabid yang bisa dipertanggungjawabkan. Tidak sepantasnya Dispar Sumbar punya orang seperti itu," geramnya.
Atas polemik itu, JawaPos.com mencoba mengkonfirmasi kejadian tersebut kepada Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian maupun Sekretaris Dinas Pariwisata Sumbar Taufik Ramadhan.
Hanya saja, kedua pihak itu terkesan diam dan enggan berkomentar. Bahkan, Taufik Ramadhan tampak telah membaca konfirmasi yang disampaikan JawaPos.com melalui pesan Whatsapp, namun tidak digubris dan dibalas.
Di sisi lain, kepada sejumlah wartawan, Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian mengaku telah menyampaikan insiden tersebut kepada wakil gubernur dan akan mencari pengganti waktu yang semula diberikan kepada T-IB agar tidak kosong.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
