Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Juni 2018 | 23.05 WIB

Mendikbud : Godaan Terbesar Datang Dari Media Sosial

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effend. - Image

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effend.


JawaPos.com - Bagi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, bulan Ramadan menjadi suatu momen untuk berinstropeksi diri. Dirinya merasa bulan suci ini harus dimanfaatkan dengan tingkah laku yang suci pula.


Dirinya menyebut dalam bahasa agama 'musahabah'. Menurutnya, waktu dulu kala dirinya masih bisa jauh lebih leluasa untuk beribadah, lebih khusyuk.


"Sekarang jauh berkurang karena kesibukan. Zaman sekarang ini untuk dekat dengan Tuhan kian sulit. Selama puasa ini saya merasa tidak banyak berubah," kata Muhadjir saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (12/6).


"Tetap sulit dekat dengan Tuhan. Godaan terbesar datang dari media sosial," tegas Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.


Namun walau begitu, Muhadjir masih mengenang masa-masa kecilnya merayakan Lebaran. Muhadjir kecil masih rajin bersilaturahim ke rumah teman-temannya.


"Waktu kecil dulu bersilaturahmi ramai bersama teman-teman. Dapat uang jajan dan mengusili  teman, itu yang paling berkesan. Pernah dulu berkunjung disuguhi pisang rebus, di bagian luar terasa sudah dingin namun tatkala dibuka dalamnya masih panas," cerita Muhadjir.


"Ada kawan saya sedang mulai memakan pisang rebus itu, saya dan yang lain berpamitan. Teman yang sedang makan pisang ikut pamit dengan pisang rebus panas berada di mulutnya jadi dia terengah engah," kenangnya.


Melepas masa lalu, Muhadjir pun selalu rindu untuk bersilaturahmi dengan sanak saudaranya. Meskipun sebetulnya tidak hanya Lebaran hal it dilakukannya, namun momen tersebut menjadi spesial ketika ada di Hari Raya Idul Fitri.


"Begitu juga ziarah ke makam, saya rutin lakukan terutama makam kedua orang tua dan nenek moyang dari mana saya memiliki garis keturunan," terang ayah tiga anak ini.


Dalam edisi mudik tahun ini, Muhadjir pun akan berencana akan mudik ke kota kelahirannya, Madiun bersama keluarganya. Agar saat Lebaran tiba, dirinya dapat bersalam-salaman dan berkumpul bersama keluarga besarnya.


"Insyaallah ikut ritual mudik juga. Iya saya akan ke Madiun tempat kelahiran saya terus ke Malang tempat saya meniti hidup. Tapi saya sebelum mudik tetap ke kantor jaga-jaga kalau ada urusan penting. Selamat Lebaran ya Indonesia," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore