Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 15 Juni 2018 | 02.41 WIB

Tertutup Awan, Hilal Tak Terlihat dari Kota Semarang

Pemantauan hilal dari Menara Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Kamis (14/6). - Image

Pemantauan hilal dari Menara Masjid Agung Jawa Tengah, Semarang, Kamis (14/6).

JawaPos.com - Pemantauan hilal penetapan awal bulan Syawal 1439 Hijriyah dilangsungkan di sejumlah lokasi, Kamis (14/6). Di Kota Semarang pemantauan hilal dilakukan dari Menara Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Namun hilal tak nampak lantaran tertutup awan.


Menurut pantauan JawaPos.com, aktivitas pemantauan hilal dimulai sejak sore sekitar pukul 17.00 WIB. Dan dilangsungkan oleh pakar macam ahli hisab, ahli falak, dan perwakilan dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, dan staff BMKG. 


"Kita pantau sejak maghrib, hilal tidak bisa dilihat karena tertutup awan mendung," kata Achmad Izudin, Ketua Prodi S2 Ilmu Falak Universitas Islam Negeri Wali Songo, Semarang. Pemantauan hilal ini sendiri dilakukan menggunakan teropong digital maupun manual.


Meski demikian, jika diprediksi berdasarkan pantauan sebelum langit belum begitu tertutup awan, Izudin berujar bahwa tinggi hilal sudah memasuki batas minim. Yakni mencapai 7 derajat 18′ 46.39” dari batas minimal penentuan 2 derajat.


"Kita dapat konfirmasi dari empat lokasi, Tanjung Kodok, Condrodipo, Manado, dan Palu, hilal sudah terlihat. Sehingga bisa digunakan untuk penetapan seluruh Indonesia," sambung Izudin.


Situasi yang sama juga dipaparkan oleh Kepala Kanwil Kemenag Jateng Farhani. Dimana menurutnya berdasarkan pantauannya, hilal juga tak terlihat. "Saya tadi pantau tiga kali, tapi tidak kelihatan," ujarnya.


Akan tetapi, Farhani menambahkan, apapun hasil pantauan tim hisab kali ini, tetap akan dilaporkan ke Kementerian Agama Pusat. Sehingga dapat dijadikan pertimbangan pada sidang isbat yang menurutnya digelar malam ini.


"Semua pihak diharap untuk berlapang dada menerima hasil sidang isbat ini. Dan barangkali ada yang mau menggunakan penetapan dari sidang isbat silahkan, yang mau menggunakan dasar tersendiri, kita menghormati perbedaan yang ada," tandasnya.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore